BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Semakin maraknya perusahaan yang menerapkan system manajemen mutu
setidaknya ikut memicu suatu perusahaan untuk menerapkan hal yang serupa.
Penerapan system manajemen mutu ini tidak ada bedanya dengan melakukan perbahan
yang berorientasi ke depan. Karena dengan menerapkan system manajemen mutu,
setidaknya merupakan langkah awalkearah sana. Perusahaan yang gtelah menerapkan
system manajemen mutu hendaknya memperhatikan lingkup perusahaannya karena
acuan yang ada di dalam standar hanya menyangkut hal-hal yang bersifat umum
saja dan aplikasinya bergantung pada besar kecilnya suatu perusahaan, kerumitan
dan hubungan masing-masing proses, serta kecanggihan proses yang ada di
perusahaaan.
Sebuah perusahaan dapat saja menerapkan system manajemen mutu dengan
menggunakan bantuan konsultan, karena pada dasarnya penerapan system manajemen
mutu ini sama sederhananya dengan, mengetahui persyaratan standar manajemen
mutu ISO 9001, mengerti kemampuan perusahaan dan prosesnya, memiliki komitmen
dari semua sumber daya yang ada, merencanakan bentuk system manajemen mutu yang
diterapkan, mempelajari secara seksama guna melakukan peningkatan secara terus
menerus.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana
Penerapan Sistem Manajemen Mutu ?
2.
Apa
Saja Hambatan dalam Penerapan Sistem Manajemen Mutu ?
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Penerapan
Sistem Manajemen Mutu
Untuk organisasi yang sedang dalam proses penerapan atau bermaksud
menerapkan sebuah system manajemen mutu, perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai
berikut : mengidentifikasi proses yang diperlukan untuk menerapkan system
manajemen mutu yang efektif, memahami interaksi masing-masing proses, dokumentasi
yang diperlukan untuk menjamin bahwa operasi dan pengendalian berjalan efektif.
Berdasarkan fungsi kerja tersebut, maka ada tiga bagian yang dijadikan sebagai
pedoman dalam menerapkan system manajemen mutu :
a.
Tahap
Perencanaan
1.
Mengidentifikasi tujuan yang ingin dicapai
Organisasi
terlebih dahulu menetapkan tujuannya agar dapat direncanakan langkah-langkah
yang dilakukan. Tujuan yang ingi dicapai berbeda-beda, tergantung pada
orientasi yang ingin diraih apakah perusahaan ingin lebih efisien atau lebih
profitabel.
Jika hal itu
dijadikan tujuan, maka langkah yang dilakukan antara lain memenuhi kepuasan
pelanggan dengan cara memproduksi barang secara konsisten sesuai dengan
permintaan pelanggan, meningkatkan dan memelihara pangsa pasar, meningkatkan
moral dan komunikasi dalam organisasi, mengurangi biaya dan resiko serta
meningkatkan kepercayaan dalam system produksi. Semua itu dapat dijabarkan
dalam bentuk visi dan misi, dan visi misi tersebut harus dijelaskan pada semua
personel.
2.
Mengidentifikasi hal-hal lain yang diharapkan
Organisasi perlu membentuk sebuah tim sebagai mediator dalam
mengkomunikasikan serta menjabarkan visi dan misi. Dengan begitu karyawan dapat
dengan mudah menemukan bagaimana system ini membantu mereka dalam pekerjaan.
3.
Memperoleh Informasi tentang ISO 9000 family
Ini berguna untuk memberi panduan yang menyeluruh dan terintegrasi
dalam merancang system manajemen mutu dan nantinya berguna sebagai alat
pengendali dalam penerapannya. Karyawan tidak memerlukan pelatihan dalam
memilih standar system. Mereka memerlukan pelatihan bagaimana memahami system
manajemen mutu.
4.
Pemetaan Proses
Seringkali
proses-proses yang ada dalam organisasi berdiri sendiri. Versi baru dalam
melakukan pendekatan proses mengharuskan setiap proses yang ada saling
berhubungan, yang nantinya berguna untuk mengetahui kinerja dari masing-masing
proses. Dengan melakukan pemetaan proses, perusahaan akan tahu mana proses yang
berfungsi sebagai proses realisasi, pendukung, atau proses manajemen. Pemetaan
proses harus mencakup semua proses yang ada di perusahaan.
5.
Menerapkan ISO 9000 family dalam system Manajemen Mutu
Tergantung tujuan
organisasi dan sejauh mana pemahaman organisasi terhadap persyaratan yang
diwajibkan itu dapat diterapkan. Misalnya, jika perusahaan ingin mendapatka
sertifikat maka dapat digunakan ISO 9001:2000 sebagai saran.
6.
Menentukan gap antara system organisasi yang ada sekarang dengan
persyaratan ISO 9001:2000
Membandingkan system manajemen mutu yang sekarang sudah ada di
perusahaan, ini berguna untuk mengetahui tingkat persyaratan yang
terpenuhi sehingga dapat direncanaka langkah selanjutnya agar semua persyaratan
ISO 9001:2000 yang sesuai terpenuhi.
7.
Mengidentifikasi Proses yang dibutuhkan untuk memasok produk ke
pelanggan
Dalam meninjau proses-proses yang
diperlukan dalam rangka memasok produk, perusahaan harus meninjau persyaratan
klausul 7 ISO 9001:2000. Ini dilakukan untuk menentukan apakah system bisa kdi
aplikasikan atau tidak. Hal ini sangat penting karena jangan sampai salah
mengecualikan klausul-klausul.










