Sabtu, 07 Juni 2014

manajemen mutu


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Semakin maraknya perusahaan yang menerapkan system manajemen mutu setidaknya ikut memicu suatu perusahaan untuk menerapkan hal yang serupa. Penerapan system manajemen mutu ini tidak ada bedanya dengan melakukan perbahan yang berorientasi ke depan. Karena dengan menerapkan system manajemen mutu, setidaknya merupakan langkah awalkearah sana. Perusahaan yang gtelah menerapkan system manajemen mutu hendaknya memperhatikan lingkup perusahaannya karena acuan yang ada di dalam standar hanya menyangkut hal-hal yang bersifat umum saja dan aplikasinya bergantung pada besar kecilnya suatu perusahaan, kerumitan dan hubungan masing-masing proses, serta kecanggihan proses yang ada di perusahaaan.
Sebuah perusahaan dapat saja menerapkan system manajemen mutu dengan menggunakan bantuan konsultan, karena pada dasarnya penerapan system manajemen mutu ini sama sederhananya dengan, mengetahui persyaratan standar manajemen mutu ISO 9001, mengerti kemampuan perusahaan dan prosesnya, memiliki komitmen dari semua sumber daya yang ada, merencanakan bentuk system manajemen mutu yang diterapkan, mempelajari secara seksama guna melakukan peningkatan secara terus menerus.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Penerapan Sistem Manajemen Mutu ?
2.      Apa Saja Hambatan dalam Penerapan Sistem Manajemen Mutu ?










BAB II
PEMBAHASAN

1.      Penerapan Sistem Manajemen Mutu
Untuk organisasi yang sedang dalam proses penerapan atau bermaksud menerapkan sebuah system manajemen mutu, perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : mengidentifikasi proses yang diperlukan untuk menerapkan system manajemen mutu yang efektif, memahami interaksi masing-masing proses, dokumentasi yang diperlukan untuk menjamin bahwa operasi dan pengendalian berjalan efektif. Berdasarkan fungsi kerja tersebut, maka ada tiga bagian yang dijadikan sebagai pedoman dalam menerapkan system manajemen mutu :
a.       Tahap Perencanaan
1.      Mengidentifikasi tujuan yang ingin dicapai
Organisasi terlebih dahulu menetapkan tujuannya agar dapat direncanakan langkah-langkah yang dilakukan. Tujuan yang ingi dicapai berbeda-beda, tergantung pada orientasi yang ingin diraih apakah perusahaan ingin lebih efisien atau lebih profitabel.
Jika hal itu dijadikan tujuan, maka langkah yang dilakukan antara lain memenuhi kepuasan pelanggan dengan cara memproduksi barang secara konsisten sesuai dengan permintaan pelanggan, meningkatkan dan memelihara pangsa pasar, meningkatkan moral dan komunikasi dalam organisasi, mengurangi biaya dan resiko serta meningkatkan kepercayaan dalam system produksi. Semua itu dapat dijabarkan dalam bentuk visi dan misi, dan visi misi tersebut harus dijelaskan pada semua personel.
2.      Mengidentifikasi hal-hal lain yang diharapkan
Organisasi perlu membentuk sebuah tim sebagai mediator dalam mengkomunikasikan serta menjabarkan visi dan misi. Dengan begitu karyawan dapat dengan mudah menemukan bagaimana system ini membantu mereka dalam pekerjaan.
3.      Memperoleh Informasi tentang ISO 9000 family
Ini berguna untuk memberi panduan yang menyeluruh dan terintegrasi dalam merancang system manajemen mutu dan nantinya berguna sebagai alat pengendali dalam penerapannya. Karyawan tidak memerlukan pelatihan dalam memilih standar system. Mereka memerlukan pelatihan bagaimana memahami system manajemen mutu.
4.      Pemetaan Proses
Seringkali proses-proses yang ada dalam organisasi berdiri sendiri. Versi baru dalam melakukan pendekatan proses mengharuskan setiap proses yang ada saling berhubungan, yang nantinya berguna untuk mengetahui kinerja dari masing-masing proses. Dengan melakukan pemetaan proses, perusahaan akan tahu mana proses yang berfungsi sebagai proses realisasi, pendukung, atau proses manajemen. Pemetaan proses harus mencakup semua proses yang ada di perusahaan.
5.      Menerapkan ISO 9000 family dalam system Manajemen Mutu
Tergantung tujuan organisasi dan sejauh mana pemahaman organisasi terhadap persyaratan yang diwajibkan itu dapat diterapkan. Misalnya, jika perusahaan ingin mendapatka sertifikat maka dapat digunakan ISO 9001:2000 sebagai saran.
6.      Menentukan gap antara system organisasi yang ada sekarang dengan persyaratan ISO 9001:2000
Membandingkan system manajemen mutu yang sekarang sudah ada di perusahaan, ini berguna untuk mengetahui tingkat persyaratan yang terpenuhi sehingga dapat direncanaka langkah selanjutnya agar semua persyaratan ISO 9001:2000 yang sesuai terpenuhi.
7.      Mengidentifikasi Proses yang dibutuhkan untuk memasok produk ke pelanggan
Dalam meninjau proses-proses yang diperlukan dalam rangka memasok produk, perusahaan harus meninjau persyaratan klausul 7 ISO 9001:2000. Ini dilakukan untuk menentukan apakah system bisa kdi aplikasikan atau tidak. Hal ini sangat penting karena jangan sampai salah mengecualikan klausul-klausul.

0 komentar:

Posting Komentar