Senin, 27 Mei 2013

EFEKTIFITAS METODE CERITA DALAM BIDANG STUDI SKI TERHADAP INTENSITAS BELAJAR SISWA DI MI DARUL ULUM NGEMBALREJO BAE KUDUS TAHUN 2010/2011


EFEKTIFITAS METODE CERITA DALAM BIDANG STUDI SKI TERHADAP INTENSITAS BELAJAR SISWA DI MI DARUL ULUM NGEMBALREJO BAE KUDUS
TAHUN 2010/2011



PROPOSAL PENELITIAN
DISUSUN GUNA MEMENUHI TUGAS
PRAKTIKUM PENELITIAN PENDIDIKAN




Disusun Oleh :

NURDIN                                 : 109 253
SAIDATUL MAGHFIROH  : 109 255
NURJANAH                          : 109 256                      


 
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN TARBIYAH
2011
EFEKTIFITAS METODE CERITA DALAM BIDANG STUDI SKI TERHADAP INTENSITAS BELAJAR SISWA DI MI DARUL ULUM NGEMBALREJO BAE KUDUS
TAHUN 2010/2011

 


A.        Latar Belakang Masalah……?????????????belum connect brow….
Tujuan pendidikan mempunyai arti yang sangat penting. Ahmad D. Marimba menyebutkan dalam bukunya Abudin Nata, bahwa ada empat fungsi dan tujuan pendidikan. Pertama, tujuan berfungsi mengakhiri usaha. Sesuatu usaha yang tidak mempunyai tujuan tidaklah mempunyai arti apa-apa. Usaha mengalami permulaan dan mengalami pula akhirnya. Ada usaha yang berhasil dan usaha yang gagal sangatlah sesuai dengan tujuan. Kedua, tujuan berfungsi mengarahkan usaha, tanpa adanya antisipasi (pandangan kedepan) kepada tujuan, penyelewengan akan banyak terjadi dan kegiatan yang dilakukan tidak akan berjalan secara efesien. Ketiga, tujuan dapat berfungsi sebagai titik pangkal untuk mencapai tujuan-tujuan lain, yaitu tujuan-tujuan baru maupun tujuan-tujuan lanjutan dari tujuan pertama. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dari satu segi tujuan itu membatasi ruang gerak usaha. Namun, dari segi lain tujuan tersebut dapat mempengaruhi dinamika dari usaha itu. Keempat, fungsi dari tujuan ialah memberi nilai (sifat) pada usaha itu.[1]
Dari keempat tujuan diatas kiranya tepat jika Hasan Langgulung membicarakan tentang pendidikan Islam, karena Pendidikan Agama Islam harus mengakomodir tiga fungsi yaitu spiritual yang berkaitan dengan iman dan akidah, fungsi psikologis yang berkaitan denga tingkah laku individu, dan fungsi sosial yang berkaitan antara manusia satu dengan manusia yang lainnya.
Manusia yang bermodal dengan sebutan manusia sosial tidak terlepas dengan makluk yang diciptakan Tuhan, walaupun itu selain manusia. Dan manusia tidak bisa terlepas dari yang namanya sejarah dan kebudayaan yang ada, apa lagi kita sebagai umat Islam suatu hal yang mustahil jika tidak tahu akan sejarah dan kebudayaan Islam itu sendiri.
Pemahaman tentang suatu sejarah dan kebudayaan harus diketahui setiap siswa, karena pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan guru diharapkan juga dibarengi dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari dan menengok kebelakang tentang sejarah dan kebudayaan, supaya bisa dijadikan sebuah teladan yang baik, karena pendidikan yang menurut pandangan Islam berfungsi menyiapkan manusia mampu menata kehidupan yang sejahtera di dunia dan akhirat.[2]
Metode cerita yang merupakan salah satu metode dengan menekankan pada ceramah dan menyampaikan secara lisan bisa digunakan untuk mengajar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dalam skripsi ini yang berjudul “Efektifitas Metode Cerita Dalam Bidang Studi Sejarah Kebudayaan Islam Terhadap Intensitas Belajar Siswa di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010/2011”, hal ini tidak lain bermaksud agar dapat mempermudah pembelajaran bagi siswa.
v  KRITERIA EFEKTIF MANA ?    -KUALITATIF (desain penelitian)
v  CHEKLIST

B.         Penegasan Istilah
Untuk menghindari salah paham dalam memahami judul skripsi di atas, maka perlu dipertegas dan diperjelas beberapa istilah yang berkaitan dengan masalah pokok kemudian diambil pengertiannya secara global sehingga dapat dipahami beberapa istilah. Istilah yang dimaksud adalah :
a.       Efektifitas
Adalah berasal dari kata efektif yang artinya efek ( pengaruhnya, akibatnya, kesannya ) manjur, mujarab, mempan.[3] Dengan demikian seorang guru mempunyai andil yang sangat besar dalam menentukan memilih menerapkan metode pembelajaran yang dapat diterima dengan mudah dan kemudian siswa mampu mengamalkannya.
b.      Metode cerita
Adalah penyampaian pengajaran dengan menggunakan cerita-cerita tentang sesuatu peristiwa tertentu.[4] Dalam hal ini guru menceritakan tentang Sejarah Kebudayaan Islam.
c.       Intensitas belajar
-          Intensitas
Secara etimologi kata “intensitas” berasal dari kata “intens” yang berarti kuat, giat, hebat, sungguh-sungguh, berniat kerasa, penuh perhatian, bersemangat. Maksudnya ialah suatu kegiatan sungguh-sungguh dan mendalam. Hal ini tersebut bisa bertambah dan kadang-kadang berkurang atau melemah.[5]
-          Belajar ialah suatu proses atas tahapan perubahan tingkah laku pada siswa akibat adanya interaksi antara individu-individu dan lingkungannya melalui proses pengalaman dan latihan. Menurut Abin Syamsudin, perubahan ini terjadi secara menyeluruh yaitu menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotor.[6]
Jadi intensitas belajar ialah suatu kegiatan yang bersungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai perubahan tingkah laku baik menyangkut aspek kognitif, afektif maupun psikomotor.
C.        Rumusan Masalah
Memilih masalah penelitian adalah suatu langkah awal dari suatu kegiatan.[7] Setelah masalah diindentifikasi kemudian masalah tersebut dirumuskan.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah :
a.       Bagaimana pelaksanaan metode cerita dalam pengajaran bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010/2011?
b.      Bagaimana intensitas belajar Sejarah Kebudayaan Islam siswa di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010/2011?
c.       Bagaimanakah efektifitas penggunaan metode cerita terhadap intensitas belajar Sejarah Kebudayaan Islam siswa di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010/2011?

D.        Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan diatas, tujuan yang akan dicapai dalam penelitan ini adalah sebagai berikut :
a.       Untuk mengetahui pelaksanaan metode cerita dalam pengajaran bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010/2011.
b.      Untuk mengetahui intensitas belajar Sejarah Kebudayaan Islam siswa di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010/2011.
c.       Untuk mengetahui efektifitas penggunaan metode cerita terhadap intensitas belajar Sejarah Kebudayaan Islam siswa di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010/2011.
E.         Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian tentang efektifitas metode cerita dalam bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam terhadap intensitas belajar siswa ini mempunyai dua manfaat yaitu :
1.      Manfaat Teoritis
a.       Berguna sebagai bahan informasi yang penting bagi guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010 / 2011.
b.      Dari hasil penelitian ini, penulis berharap dapat memberikan manfaat kepada pembaca, khususnya guru sebagai pendidik dalam meningkatkan intensitas belajar siswa.
2.      Manfaat Praktis
a.       Bagi lembaga (MI)
1)      Sebagai bahan evaluasi dan bahan informasi bagi madrasah (MI) dalam menyelenggarakan proses pendidikan. Khususnya dalam memfasilitasi media dan pelatihan penggunaan metode yang tepat bagi para guru.
b.      Bagi guru
1)      Memberikan kontribusi bagi para guru bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam dalam rangka mencapai tujuan mengajar secara optimal.
2)      Memberikan dorongan kepada guru Sejarah Kebudayaan Islam sebagai sarana pengalaman menerapkan metode pembelajaran.
c.       Bagi penulis
Dapat menambah pengetahuan bagi penulis karena dapat terjun langsung untuk mengadakan penelitian
Dalam kegiatan belajar mengajar seorang guru harus mampu membangkitkan semangat dan minat belajar siswa, sehingga hubungan guru dan siswa adalah sebuah mitra yang berarti saling memberi dan menerima, yang pada akhirnya menuju pada tujuan pembelajaran.
Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan kegiatan belajar mengajar adalah cara atau metode yang digunakan dalam pengajaran. Dengan metode cerita pada pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, guru dituntut mampu menerapkan metode sesuai dengan materi yang disampaikan untuk memenuhi target kurikulum yang akan dicapai.
Keberhasilan pembelajaran juga dipengaruhi oleh kesadaran guru terhadap posisi dan fungsinya. Guru disamping posisinya sebagai pengajar juga sebagai pembimbing, sumber informasi dan sebagai suri tauladan bagi siswa-siswanya.
Salah satu metode pengajaran dalam pendidikan agama islam adalah metode cerita, merupakan metode yang telah lama dipergunakan sehingga perlu dikaji dan diteliti akan keberhasilannya mengingat metode tersebut telah teruji yang akhirnya sejauhmana efektifitas metode tersebut dapat meningkatkan minat belajar sekaligus membentuk kepribadian siswa dalam membangun Islam kedepan.
F.         Kajian Teori



Hasil-hasil Penelitian yang Relevan
Paradigma Penelitian
Perumusan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara atas masalah penelitian atau kesimpulan sementara atas hasil penelitian yang masih harus diuji kebenarannya melalui pengalaman empirik ( pengumpulan, pengolahan dan analisis data ).[8] Jadi yang namanya dugaan adalah bisa jadi benar dan bisa jadi salah. Dan hipotesis ini akan diterima jika benar dan ditolak jika salah.
Adapun hipotesis yang yang akan dibuktikan secara empirik dalam penelitian ini ialah, ada korelasi yang signifikan antara penggunaan metode cerita dalam bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam terhadap intensitas belajar siswa di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010/2011. Atau semakin baik penggunaan metode cerita bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam, semakin baik pula intensitas belajar siswa di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010/2011.

B.     Metode Penelitian
 Metode penelitian adalah cara yang digunakan untuk melaksanakan penelitian atau research yaitu usaha untuk menemukan, mengembangkan, menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan metode-metode ilmiah.[9]
1.      Jenis dan Pendekatan Penelitian
Berdasakan jenis penelitiannya maka penelitian ini bersifat Field research  artinya sebuah studi penelitian yang mengambil data audentik secara obyektif/ studi lapangan. Sedangkan pendekatan yang penulis pergunakan adalah kuantitatif.[10] Yang lebih menekankan analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode statistika. Dan pada dasarnya pendekatan kuantitatif ini penulis lakukan dalam rangka pengujian hipotesis dan menyandarkan kesimpulan hasilnya pada suatu probabilitas kesalahan akan diperoleh signifikan hubungan antara variabel yang penulis teliti.
a.      Desain dan Definisi Operasional Variabel Penelitian
Variabel adalah konsep yang mempunyai macam-macam nilai. Sedangkan yang dimaksud variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi dan variabel terikat adalah yang dipengaruhi.[11]  Variabel penelitian adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu peneliti. Adapun yang menjadi variabel dalam penelitian adalah sebagai berikut :
1.      Metode cerita sebagai variabel bebas (X), dengan indikator sebagai berikut :
a.       Penyampaian secara lisan
b.      Penyampaian kronologis peristiwa
c.       Pengambilan pelajaran dan peristiwa masa lalu[12]
2.      Intensitas belajar sebagai variabel terikat (Y), dengan indikator sebagai berikut :
a.       Mendengarkan dan memperhatikan keterangan guru dengan tekun.[13]
b.      Mencatat keterangan guru yang dianggap penting.[14]
c.       Rajin bertanya bila dirasa keterangan guru kurang jelas.[15]
b.      Lokasi dan waktu penelitian
Lokasi penelitian ini bertempat di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus . Sedangkan waktu penelitiannya adalah pada tahun 2010/2011

2.      Populasi dan Sampel
Populasi adalah jumlah dari keseluruhan obyek (satuan-satuan individu) yang karakteristiknya hendak diduga. Populasi adalah merupakan keseluruhan individu yang diselidiki menurut Sutrisno Hadi, populasi adalah individu untuk siapa kenyataan-kenyataan yang diperoleh dari sample itu hendaknya digeneralisasikan.[16] Sedangkan sampel disini adalah sebagian atau wakil yang diteliti.[17] Penggunaan sampel ini adalah untuk mengenerelasikan hasil penelitian. Menggenerelasikan sampel di sini adalah mengangkat kesimpulan penelitian sebagai sesuatu yang berlaku bagi populasi.[18]
Dalam penelitian ini, populasi yang diamati adalah siswa - siswi kelas 4 - 6 MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010/2011 berjumlah sebagai berikut :
No
Kelas
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
1
2
3
IV
V
VI
9
10
11
11
6
3
20
16
14
Jumlah
30
20
50

Jumlah siswa yang dijadikan responden dalam penelitian ini sebanyak 50 orang, sehingga diambil semua. Dengan demikian penelitian ini adalah penelitian populasi.
c.       Teknik Pengumpulan Data
Karena dalam pengumpulan data ini jenis penelitian yang dipakai adalah field research (riset lapangan), maka metode yang digunakan adalah sebagai berikut :
1)             Metode Dokumentasi
Dokumentasi dalam arti sempit diartikan sebagai kumpulan data yang berbentuk tulisan, tempat, dan berkas atau orang. Metode ini digunakan untuk mengetahui sejarah, visi, misi, struktur organisasi, jumlah guru, murid dan karyawan MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus..
2)             Metode Observasi
Observasi yaitu suatu cara pengumpulan data dengan jalan pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap fenomena-fenomena yang diselidiki.[19] Metode ini digunakan untuk menggali data-data tentang proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus.
3)             Metode Angket
Angket atau kuesioner ialah suatu metode yang berupa daftar yang berisi pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang yang ingin diselidiki atau responden.[20] Dalam hal ini, penulis menggunakan angket secara langsung yang ditujukan untuk siswa di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010/2011. Angket ini digunakan untuk mengetahui sejauhmana efektifitas metode cerita dalam bidang sutudi Sejarah Kebudayaan Islam serta sejauhmana intensitas belajar siswa.
4)             Metode Wawancara
Metode wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.[21] Yaitu observasi partisipan, teknik wawancara yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan para informan yaitu para guru, dilakukan secara open ended tak terstruktur sehingga lebih fleksibel.
Wawancara mendalam ditempuh sebagai pelengkap dan memperkuat data hasil observasi. Peneliti mewawancara semua guru yang ada di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus tahun 2010-2011, sehingga diperoleh hasil dari wawancara data tentang siswa

d.      KISI - KISI INSTRUMEN PENELITIAN
Uji Instrumen Penelitian
 Instrumen yang valid berarti alat ukur yang di gunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Instrumen yang reliabel berarti instrumen tersebut bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek sama akan menghasilkan data yang sama.
Instrumen yang valid dan reliabel belum tentu akan menghasilkan data yang diteliti. Peneliti harus mampu mengendalikan obyek yang diteliti dan miningkatkan kemampuan dan menggunakan instruman untuk mengukur variabel yang diteliti.[22]
e.       UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS INDIKATOR
a.         Pengujian Validitas Instrumen
Validitas adalah ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi.[23] Tes disebut valid apabila tes tersebut benar-benar dapat mengungkap aspek yang di selidiki secara tepat, dengan kata lain harus memiliki tingkat ketepatan dalam mengungkap aspek-aspek yang hendak diukur.
b.        Pengujan Reliabilitas Instrumen
Reliabel artinya dapat dipercaya jadi dapat diandalkan. Reliabilitas menunjukan pada satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik.[24] Tes dikatakan reliabel apabila tes tersebut mampu memberikan hasil yang relatif tetap apabila dilakukan secara berulang pada  tingkat ketepatan yang tinggi dalam mengungkap aspek-aspek yang hendak diukur.

f.       UJI ASUMSI KLASIK
Dengan mengetahui normalitas data, linieritas data, dan homogenitas data maka peneliti dapat menetapkan apakah penelitian ini menggunakan statistik prametris atau statistik non parametris.
Kebijakan ini perlu diambil agar hasil penelitian dapat digenerelasikan pada populasi yang lebih luas. Adapun ketiga asumsi tersebut dijelaskan sebagaimana berikut.
a.       Normalitas Data
Normalitas data pada penggunaan statistik parametris bekerja dengan asumsi bahwa data setiap variabel penelitian yang akan dianalisis membentuk distribusi normal. Bila data tidak normal maka teknik statistik parametris tidak dapat digunakan untuk alat analisis, sebagai gantinya digunakan teknik statistik non parametris.[25]
b.      Uji Linieritas Data
Pada dasarnya uji linieritas merupakan pengujian terhadap rumusan hipotesa nully (nol) koefisien arah regresi berarti dan linier melawn regresi tidak linier.[26] Bila hasil F hitung  lebih kecil dari F tabel maka korelasinya adalah linier sebaliknya bila Fhitung lebih besar dari F tabel maka korelasinya tidak linier.
c.       Uji Homogenitas Data
Homogenitas data merupakan pengujian terhadap kesamaan beberapa bagian sampel yaitu seragam tidaknya variansi sampel-sampel yang diambil dari populasi yang sama. Pengujian homogenitas sampel menjadi sangat penting apabila peneliti bermaksud melakukan generelasi untuk hasil penelitiannya serta penelitian yangg data penelitiannya diambil dari kelompok-kelompok terpisah yang berasal dari satu populasi.[27]

g.      Teknik Analisis Data
 Teknik analisis data digunakan untuk mengetahui seberapa besar efektifitas penggunaan metode cerita dalam bidang studi PAI terhadap intensitas belajar siswa. Peneliti menggunakan analisis statistik. Adapun data-data tersebut terpisahkan, penulis menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
Dalam analisis data ini, penulis terlebih dahulu memisahkan antara variabel X (metode cerita) dan variabel Y (intensitas belajar siswa). Setelah data terpisah penulis melakukan penganalisaan dengan tiga tahap yaitu :
a.       Analisa Pendahuluan
Analisis ini penulis menyimpulkan data yang diperoleh dari angket selama penelitian. Dalam pengelolaan data, penulisan menggunakan tabel distribusi.
Frekuensi sederhana, yang sebelumnya penulis telah mengubah data yang bersifat kualitatif menjadi kuantitatif dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:
1)      Untuk alternatif jawaban a dengan skor 4
2)      Untuk alternatif jawaban b dengan skor 3
3)      Untuk alternatif jawaban c dengan skor 2
4)      Untuk alternatif jawaban d dengan skor 1
b.      Analisis Uji Hipotesis
Analisa ini untuk menguji hipotesis yang diajukan dengan mengadakan perhitungan lebih lanjut dengan menggunakan analisis statistik dengan rumus regresi.
Dalam analisis uji hipotesis, digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan dengan menggunakan  langkah-langkah adalah:
1)      Membuat tabel penolong untuk menghitung persamaan regresi dan korelasi sederhana
2)      Menghitung harga a dan b dengan rumus sebagai berikut:
3)      Menyusun persamaan regresi
Y1 = a + bX
Keterangan:
Y1  =    Subjek dalam variabel dependent
a     =    X = 0 (Harga konstan)
b    =    Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka           peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) Maka naik, bila (-) maka terjadi penurunan.
x    =    Subjek pada variabel indipenden yang mempunyai nilai tertentu. Kemudian ada tidaknya pengaruh dapat diteruskan dengan menggunakan rumus :[28]
4)      Mencari nilai korelasi antara variabel depencent dengan independent menggunakan rumus.
r =
Keterangan:
r    =    Koefisiaen korelasi antara variabel X dan variabel Y
X  =    Nilai variabel metode cerita.
Y   =    Nilai variabel intensitas belajar siswa bidang studi PAI.
N   =    Jumlah sampel yang menjadi obyek penelitian.
c.       Analisis lanjut
Menguji signifikan hasil perhitungan dengan membandingkan r hitung dengan r tabel baik  untuk taraf kesalahan 5% maupun taraf kesalahan 1%.
Analisa ini untuk membuat interprestasi lebih lanjut dengan jalan membandingkan harga hitung yang telah diketahui dengan harga tabel.
1.             Jika r hitung lebih besar dari r tabel 1% atau 5%, maka hasilnya bisa dikatakan signifikan (hipotesis diterima) artinya ada efektifitas metode cerita dalam bidang studi sejarah di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus tahun 2010/2011.
2.             Jika r hitung­ lebih kecil dari r tabel 1 % atau 5 % maka hasilnya bisa dikatakan non signifikan (hipotesis ditolak) artinya tidak atau kurang ada efektifitas metode cerita dalam bidang studi sejarah di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus tahun 2010/2011, Kudus.
Untuk mencari nilai koefisien determinasi antara variabel X dan variabel Y dengan menggunakan rumus :
(R)2 = (r)2 x 100%.

G.        Sistematika Penulisan
Secara sistematis penulisan penelitian ini terdiri dari tiga bagian pokok yang merupakan rangkaian dari beberapa  bab, dan pada setiap bab terdiri atas beberapa  sub bab yang paling terkait antara satu dengan yang lainnya.
Untuk mengetahui keseluruhan isi atau materi-materi skripsi ini secara global, penulis perlu mengemukakan sistematika penelitian yang terdiri dari tiga bagian yaitu :
1.  Bagian Muka
Pada bagian ini memuat halaman judul, halaman nota persetujuan pembimbing, halaman nota pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, halaman kata pengantar, halaman daftar isi.
2.  Bagian Isi
Pada bagian ini membuat garis besar yang terdiri dari lima bab, antara bab dengan bab lain saling berhubungan karena merupakan suatu kesatuan yang utuh.
BAB I    :  PENDAHULUAN
Dalam hal ini, penulis akan uraikan tentang latar belakang masalah, penegasan judul, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis, metode penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II   :  METODE CERITA DAN INTENSITAS BELAJAR BIDANG
STUDI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
Dalam bab ini penulis akan mengungkap : Pertama,  masalah metode cerita yang terdiri dari pengertian metode cerita, dasar penggunaan metode cerita, tujuan penggunaan metode cerita, kelebihan dan kelemahan metode cerita, langkah-langkah menggunakan metode cerita. Kedua, intensitas belajar, yang meliputi pengertian intensitas belajar, urgensi belajar,
ciri-ciri perilaku belajar, faktor – faktor yang mempengaruhi intensitas belajar, dan jenis-jenis intensitas belajar. Ketiga, bidang studi sejarah kebudayaan islam, terdiri dari : pengertian Sejarah Kebudayaan Islam, tujuan dan fungsi pengajaran Sejarah Kebudayaan Islam, dan ruang lingkup materi Sejarah Kebudayaan Islam, dan Keempat, tentang efektifitas metode cerita dalam bidang Studi Sejarah Kebudayaan Islam Terhadap Intensitas Belajar Siswa
BAB III : KONDISI UMUM DI MI DARUL ULUM NGEMBALREJO BAE KUDUS TAHUN 2010-2011.
Dalam bab ini meliputi empat sub bab : sub bab Pertama tentang data umum MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kabupaten Kudus yang meliputi : 1. Sejarah perkembangan dan tujuan, 2. Letak geografis, 3. Organisasi madrasah, 4. Keadaan guru, karyawan dan siswa, 5. Kurikulum madrasah, kepegawaian, dan sarana prasarana, Kedua, data tentang efektifitas metode cerita di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010-2011., Ketiga data tentang intensitas belajar bidang Studi Sejarah Kebudayaan Islam di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus tahun 2010-2011.
BAB IV   :  ANALISA DATA
Dalam bab ini meliputi : analisis pendahuluan, analisis uji hipotesis, dan analisis lanjut.
Bab V     :  PENUTUP
Dalam bab ini memuat : kesimpulan, saran-saran dan kata penutup.
3.  Bagian Akhir
Pada bagian akhir ini memuat daftar pustaka, lampiran-lampiran dan daftar riwayat hidup pendidikan penulis.









DAFTAR PUSTAKA


Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, Logos Wacana Ilmu, Jakarta, 1997.
Achmadi, Ilmu Pendidikan Islam, FT. IAIN Walisongo, Salatiga, 1987.
Bimo Walgito, Bimbingan dan Penyuluhan Di Sekolah, Andi Offset, Yogyakarta, 1993.
Musthofa, Metode Pengajaran Ahklak, Al-Fikr no.20 / sep / th. IV / 1998.
Subana dan Sunarti, Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia, Pustaka Setia, Bandung.
Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta, 1996.
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta, 1998.
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Edisi Revisi II, Rineka Cipta, Jakarta.
Sutrisno Hadi, Statistik 2, Yogyakarta, Andi Offset, Cet. Ke 15.
W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1976.
















ANGKET PENELITIAN (TRY OUT)

A. IDENTITAS RESPONDEN
1.       Nama Responden   :  ………………………………………………………
2.       Jenis Kelamin         :  ………………………………………………………
3.       Alamat                    :  ………………………………………………………

B.   PETUNJUK PENGISIAN ANGKET
  1. Pilihlah  salah satu jawaban  yang paling sesuai dengan diri adik dengan cara memberi tanda silang.
  2. Diucapkan banyak terima kasih kepada adik yang telah membantu penulis dalam menjawab pertanyaan dengan jujur dan benar menurut hati nurani adik.


A.    METODE CERITA
  1. P enyampaian secara lisan
1.      Apakah  senang ketika guru anda menyampaikan pelajaran dengan bercerita?
2.      Apakah anda merasa lebih nyaman dengan cara penyampaian seperti itu?
3.      Apakah anda merasa jenuh dengan penyampaian pelajaran dengan bercerita?
  1. Penyampaian kronologis peristiwa
1.      Apakah guru SKI anda dalam menyampaikan materi sesuai dengan runtutan peristiwa?
  1. Pengambilan pelajaran dari peristiwa masa lalu
1.      Dari materi yang disampaikan guru, apakah anda mendapatkan teladan yang bisa anda ikuti?



B.     INTENSITAS BELAJAR SISWA
  1. Memperhatikan keterangan guru
1.      Apakah anda berbicara sendiri saat guru menerangkan pelajaran?
2.      Apakah anda faham dengan materi yang di sampaikan guru?
3.      Apakah anda butuh penjelasan lagi dari guru ketika belum faham?
  1. Mencatat
1.      Apakah anda selalu menyiapkan alat pencatat saat pelajaran dimulai?
2.      Apakah anda mempunyai buku catatan khusus materi SKI?
3.      Apakah anda pinjam catatan teman ketika tidak masuk?
  1. Rajin bertanya
1.      Apakah anda punya banyak pertanyaan tentang materi SKI yang anda peroleh?
2.      Apakah anda berusaha mencari penyelesaianya?
3.      Apakah pertanyaan anda terlontar selama pelajaran berlangsung?






[1] Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, Logos Wacana Ilmu, Jakarta, 1997, hlm. 46
[2] Achmadi, Ilmu Pendidikan Islam, FT. IAIN Walisongo, Salatiga, 1987, hlm. 26
[3] W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1976, hlm. 560
[4] Musthofa, Metode Pengajaran Ahklak, Al-Fikr no.20 / sep / th. IV / 1998, hlm. 26
[5] W.J.S. Poerwadarminta, Op. Cit., hlm. 384
[6] Subana dan Sunarti, Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia, Pustaka Setia, Bandung,t.th., hlm. 9
[7] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta, 1998, hlm. 25
[8] Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta, 1996, hlm. 115
[9]Saifuddin Azwar, Metode Penelitian, Pustaka Pelajar, Yogyakarta,1997, hlm. 49.

[10] Ibid, hlm. 5.
[11]Moh. Nasir, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta,1987, hlm. 149.

[12] Armai Arif, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat Pers, Jakarta, 2002, hlm. 163
[13] Bimo Walgito, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, Yogyakarta, Fak. Psikologi UGM, 1989, hlm. 126
[14] Imam Munawir, Motivasi Islam Dalam Hidup Dinamis, Patriotik dan Berjiwa Besar, PT. Bima Ilmu, Surabaya, 1990, hlm. 81
[15] The Liang Gie, Cara Belajar Yang Efisien, Pusat Kemajuan Studi (Center For Study Progress), yogyakarta, 1985, hlm. 81
[16] Sutrisno Hadi, Statistik 2, Yogyakarta, Andi Offset, Cet. Ke 15, hlm. 70
[17]Sutrisno Hadi, Op.cit., hlm. 89.

[18]Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek, Rineka Cipta, Jakarta, 1993. hlm. 102.

[19] Sutrisno Hadi, Op. Cit., hlm. 136
[20] Bimo Walgito, Bimbingan dan Penyuluhan Di Sekolah, Andi Offset, Yogyakarta, 1993, hlm. 60
[21] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Edisi Revisi II, Rineka Cipta, Jakarta, hlm.. 144.
[22]Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, Alfa Beta, Bandung, 2005, hlm. 267-268.
[23]Suharsimi Arikunto, Op.cit., hlm.144-145
[24]Ibid, hlm. 154.
[25]Sugiyono, Op.cit., hlm. 69.

[26]Masrukhin, Statistik Inferensial, Mitra Press, Kudus, 2004, hlm. 69-70.
[27]Suharsimi Arikunto, Op.cit., hlm. 290.
[28] Sugiyono, Op.cit, hlm, 244

0 komentar:

Posting Komentar