EFEKTIFITAS METODE CERITA DALAM
BIDANG STUDI SKI TERHADAP INTENSITAS BELAJAR SISWA DI MI DARUL ULUM NGEMBALREJO
BAE KUDUS
TAHUN 2010/2011
PROPOSAL PENELITIAN
DISUSUN GUNA MEMENUHI TUGAS
PRAKTIKUM PENELITIAN PENDIDIKAN

Disusun Oleh :
NURDIN :
109 253
SAIDATUL MAGHFIROH :
109 255
NURJANAH :
109 256
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN TARBIYAH
2011
EFEKTIFITAS METODE CERITA DALAM
BIDANG STUDI SKI TERHADAP INTENSITAS BELAJAR SISWA DI MI DARUL ULUM NGEMBALREJO
BAE KUDUS
TAHUN 2010/2011
A.
Latar Belakang Masalah……?????????????belum connect brow….
Tujuan pendidikan mempunyai arti
yang sangat penting. Ahmad D. Marimba menyebutkan dalam bukunya Abudin Nata,
bahwa ada empat fungsi dan tujuan pendidikan. Pertama, tujuan berfungsi
mengakhiri usaha. Sesuatu usaha yang tidak mempunyai tujuan tidaklah mempunyai
arti apa-apa. Usaha mengalami permulaan dan mengalami pula akhirnya. Ada usaha yang berhasil
dan usaha yang gagal sangatlah sesuai dengan tujuan. Kedua, tujuan
berfungsi mengarahkan usaha, tanpa adanya antisipasi (pandangan kedepan) kepada
tujuan, penyelewengan akan banyak terjadi dan kegiatan yang dilakukan tidak
akan berjalan secara efesien. Ketiga, tujuan dapat berfungsi sebagai
titik pangkal untuk mencapai tujuan-tujuan lain, yaitu tujuan-tujuan baru
maupun tujuan-tujuan lanjutan dari tujuan pertama. Dengan demikian, dapat
dikatakan bahwa dari satu segi tujuan itu membatasi ruang gerak usaha. Namun,
dari segi lain tujuan tersebut dapat mempengaruhi dinamika dari usaha itu. Keempat,
fungsi dari tujuan ialah memberi nilai (sifat) pada usaha itu.[1]
Dari keempat tujuan diatas kiranya
tepat jika Hasan Langgulung membicarakan tentang pendidikan Islam, karena
Pendidikan Agama Islam harus mengakomodir tiga fungsi yaitu spiritual yang
berkaitan dengan iman dan akidah, fungsi psikologis yang berkaitan denga
tingkah laku individu, dan fungsi sosial yang berkaitan antara manusia satu
dengan manusia yang lainnya.
Manusia yang bermodal dengan
sebutan manusia sosial tidak terlepas dengan makluk yang diciptakan Tuhan,
walaupun itu selain manusia. Dan manusia tidak bisa terlepas dari yang namanya
sejarah dan kebudayaan yang ada, apa lagi kita sebagai umat Islam suatu hal
yang mustahil jika tidak tahu akan sejarah dan kebudayaan Islam itu sendiri.
Pemahaman tentang suatu sejarah
dan kebudayaan harus diketahui setiap siswa, karena pemahaman siswa terhadap
materi pelajaran yang disampaikan guru diharapkan juga dibarengi dengan
pengalaman dalam kehidupan sehari-hari dan menengok kebelakang tentang sejarah
dan kebudayaan, supaya bisa dijadikan sebuah teladan yang baik, karena
pendidikan yang menurut pandangan Islam berfungsi menyiapkan manusia mampu
menata kehidupan yang sejahtera di dunia dan akhirat.[2]
Metode cerita yang merupakan salah
satu metode dengan menekankan pada ceramah dan menyampaikan secara lisan bisa
digunakan untuk mengajar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
Berdasarkan latar belakang masalah
diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dalam skripsi ini yang berjudul
“Efektifitas Metode Cerita Dalam Bidang Studi Sejarah Kebudayaan Islam
Terhadap Intensitas Belajar Siswa di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun
2010/2011”, hal ini tidak lain bermaksud agar dapat mempermudah
pembelajaran bagi siswa.
v KRITERIA EFEKTIF MANA ? -KUALITATIF
(desain penelitian)
v CHEKLIST
B.
Penegasan Istilah
Untuk menghindari salah paham
dalam memahami judul skripsi di atas, maka perlu dipertegas dan diperjelas
beberapa istilah yang berkaitan dengan masalah pokok kemudian diambil pengertiannya
secara global sehingga dapat dipahami beberapa istilah. Istilah yang dimaksud
adalah :
a. Efektifitas
Adalah berasal dari kata efektif yang artinya efek (
pengaruhnya, akibatnya, kesannya ) manjur, mujarab, mempan.[3]
Dengan demikian seorang guru mempunyai andil yang sangat besar dalam menentukan
memilih menerapkan metode pembelajaran yang dapat diterima dengan mudah dan
kemudian siswa mampu mengamalkannya.
b. Metode cerita
Adalah penyampaian pengajaran dengan menggunakan
cerita-cerita tentang sesuatu peristiwa tertentu.[4]
Dalam hal ini guru menceritakan tentang Sejarah Kebudayaan Islam.
c. Intensitas belajar
-
Intensitas
Secara etimologi kata “intensitas” berasal dari kata
“intens” yang berarti kuat, giat, hebat, sungguh-sungguh, berniat kerasa, penuh
perhatian, bersemangat. Maksudnya ialah suatu kegiatan sungguh-sungguh dan
mendalam. Hal ini tersebut bisa bertambah dan kadang-kadang berkurang atau
melemah.[5]
-
Belajar ialah suatu proses atas
tahapan perubahan tingkah laku pada siswa akibat adanya interaksi antara individu-individu
dan lingkungannya melalui proses pengalaman dan latihan. Menurut Abin
Syamsudin, perubahan ini terjadi secara menyeluruh yaitu menyangkut aspek
kognitif, afektif dan psikomotor.[6]
Jadi intensitas belajar ialah
suatu kegiatan yang bersungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai perubahan
tingkah laku baik menyangkut aspek kognitif, afektif maupun psikomotor.
C.
Rumusan Masalah
Memilih masalah penelitian adalah
suatu langkah awal dari suatu kegiatan.[7]
Setelah masalah diindentifikasi kemudian masalah tersebut dirumuskan.
Berdasarkan latar belakang masalah
diatas yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah :
a. Bagaimana pelaksanaan metode cerita dalam pengajaran bidang
studi Sejarah Kebudayaan Islam di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun
2010/2011?
b. Bagaimana intensitas belajar Sejarah Kebudayaan Islam siswa di MI
Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010/2011?
c. Bagaimanakah efektifitas penggunaan metode cerita terhadap
intensitas belajar Sejarah Kebudayaan Islam siswa di MI Darul Ulum Ngembalrejo
Bae Kudus Tahun 2010/2011?
D.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan diatas,
tujuan yang akan dicapai dalam penelitan ini adalah sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui pelaksanaan metode cerita dalam pengajaran
bidang studi Sejarah Kebudayaan Islam di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus
Tahun 2010/2011.
b. Untuk mengetahui intensitas belajar Sejarah Kebudayaan Islam
siswa di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010/2011.
c. Untuk mengetahui efektifitas penggunaan metode cerita terhadap
intensitas belajar Sejarah Kebudayaan Islam siswa di MI Darul Ulum Ngembalrejo
Bae Kudus Tahun 2010/2011.
E.
Manfaat Hasil Penelitian
Hasil
penelitian tentang efektifitas metode cerita dalam bidang studi Sejarah
Kebudayaan Islam terhadap intensitas belajar siswa ini mempunyai dua manfaat
yaitu :
1.
Manfaat Teoritis
a.
Berguna sebagai bahan informasi
yang penting bagi guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di MI Darul
Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010 / 2011.
b.
Dari hasil penelitian ini, penulis
berharap dapat memberikan manfaat kepada pembaca, khususnya guru sebagai
pendidik dalam meningkatkan intensitas belajar siswa.
2.
Manfaat Praktis
a. Bagi lembaga (MI)
1) Sebagai bahan evaluasi dan bahan informasi bagi madrasah (MI)
dalam menyelenggarakan proses pendidikan. Khususnya dalam memfasilitasi media
dan pelatihan penggunaan metode yang tepat bagi para guru.
b. Bagi guru
1) Memberikan kontribusi bagi para guru bidang studi Sejarah
Kebudayaan Islam dalam rangka mencapai tujuan mengajar secara optimal.
2) Memberikan dorongan kepada guru Sejarah Kebudayaan Islam sebagai
sarana pengalaman menerapkan metode pembelajaran.
c. Bagi penulis
Dapat menambah
pengetahuan bagi penulis karena dapat terjun langsung untuk mengadakan
penelitian
Dalam kegiatan belajar mengajar
seorang guru harus mampu membangkitkan semangat dan minat belajar siswa,
sehingga hubungan guru dan siswa adalah sebuah mitra yang berarti saling
memberi dan menerima, yang pada akhirnya menuju pada tujuan pembelajaran.
Salah satu faktor yang
mempengaruhi keberhasilan kegiatan belajar mengajar adalah cara atau metode
yang digunakan dalam pengajaran. Dengan metode cerita pada pelajaran Sejarah
Kebudayaan Islam, guru dituntut mampu menerapkan metode sesuai dengan materi
yang disampaikan untuk memenuhi target kurikulum yang akan dicapai.
Keberhasilan pembelajaran juga
dipengaruhi oleh kesadaran guru terhadap posisi dan fungsinya. Guru disamping
posisinya sebagai pengajar juga sebagai pembimbing, sumber informasi dan
sebagai suri tauladan bagi siswa-siswanya.
Salah satu metode pengajaran dalam
pendidikan agama islam adalah metode cerita, merupakan metode yang telah lama
dipergunakan sehingga perlu dikaji dan diteliti akan keberhasilannya mengingat
metode tersebut telah teruji yang akhirnya sejauhmana efektifitas metode
tersebut dapat meningkatkan minat belajar sekaligus membentuk kepribadian siswa
dalam membangun Islam kedepan.
F.
Kajian Teori
Hasil-hasil Penelitian yang
Relevan
Paradigma Penelitian
Perumusan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara atas masalah penelitian atau
kesimpulan sementara atas hasil penelitian yang masih harus diuji kebenarannya
melalui pengalaman empirik ( pengumpulan, pengolahan dan analisis data ).[8]
Jadi yang namanya dugaan adalah bisa jadi benar dan bisa jadi salah. Dan
hipotesis ini akan diterima jika benar dan ditolak jika salah.
Adapun hipotesis yang yang akan
dibuktikan secara empirik dalam penelitian ini ialah, ada korelasi yang
signifikan antara penggunaan metode cerita dalam bidang studi Sejarah
Kebudayaan Islam terhadap intensitas belajar siswa di MI Darul Ulum Ngembalrejo
Bae Kudus Tahun 2010/2011. Atau semakin baik penggunaan metode cerita bidang
studi Sejarah Kebudayaan Islam, semakin baik pula intensitas belajar siswa di
MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010/2011.
B.
Metode Penelitian
Metode penelitian adalah cara yang digunakan
untuk melaksanakan penelitian atau research yaitu usaha untuk menemukan,
mengembangkan, menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan
metode-metode ilmiah.[9]
1. Jenis dan Pendekatan
Penelitian
Berdasakan
jenis penelitiannya maka penelitian ini bersifat Field research artinya
sebuah studi penelitian yang mengambil data audentik secara obyektif/ studi
lapangan. Sedangkan pendekatan yang penulis pergunakan adalah kuantitatif.[10] Yang lebih menekankan analisisnya pada
data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode statistika. Dan pada
dasarnya pendekatan kuantitatif ini penulis lakukan dalam rangka pengujian
hipotesis dan menyandarkan kesimpulan hasilnya pada suatu probabilitas
kesalahan akan diperoleh signifikan hubungan antara variabel yang penulis
teliti.
a.
Desain dan Definisi
Operasional Variabel Penelitian
Variabel adalah konsep yang mempunyai macam-macam nilai. Sedangkan yang
dimaksud variabel bebas adalah
variabel yang mempengaruhi dan variabel terikat adalah yang dipengaruhi.[11]
Variabel penelitian adalah obyek
penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu peneliti. Adapun yang
menjadi variabel dalam penelitian adalah sebagai berikut :
1.
Metode cerita sebagai variabel
bebas (X), dengan indikator sebagai berikut :
a.
Penyampaian secara lisan
b.
Penyampaian kronologis peristiwa
c.
Pengambilan pelajaran dan
peristiwa masa lalu[12]
2.
Intensitas belajar sebagai
variabel terikat (Y), dengan indikator sebagai berikut :
a.
Mendengarkan dan memperhatikan
keterangan guru dengan tekun.[13]
b.
Mencatat keterangan guru yang
dianggap penting.[14]
c.
Rajin bertanya bila dirasa
keterangan guru kurang jelas.[15]
b.
Lokasi dan waktu penelitian
Lokasi penelitian ini bertempat di
MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus . Sedangkan waktu penelitiannya adalah pada
tahun 2010/2011
2. Populasi dan Sampel
Populasi adalah
jumlah dari keseluruhan obyek (satuan-satuan individu) yang karakteristiknya
hendak diduga. Populasi adalah merupakan keseluruhan individu yang
diselidiki menurut Sutrisno Hadi, populasi adalah individu untuk siapa
kenyataan-kenyataan yang diperoleh dari sample itu hendaknya digeneralisasikan.[16] Sedangkan sampel disini adalah sebagian atau
wakil yang diteliti.[17]
Penggunaan sampel ini adalah untuk mengenerelasikan hasil penelitian.
Menggenerelasikan sampel di sini adalah mengangkat kesimpulan penelitian
sebagai sesuatu yang berlaku bagi populasi.[18]
Dalam penelitian ini, populasi
yang diamati adalah siswa - siswi kelas 4 - 6 MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae
Kudus Tahun 2010/2011 berjumlah sebagai berikut :
No
|
Kelas
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
Jumlah
|
1
2
3
|
IV
V
VI
|
9
10
11
|
11
6
3
|
20
16
14
|
Jumlah
|
30
|
20
|
50
|
|
Jumlah siswa yang dijadikan
responden dalam penelitian ini sebanyak 50 orang, sehingga diambil semua.
Dengan demikian penelitian ini adalah penelitian populasi.
c.
Teknik Pengumpulan Data
Karena dalam pengumpulan data ini
jenis penelitian yang dipakai adalah field research (riset lapangan),
maka metode yang digunakan adalah sebagai berikut :
1)
Metode Dokumentasi
Dokumentasi dalam arti sempit diartikan sebagai kumpulan data
yang berbentuk tulisan, tempat, dan berkas atau orang. Metode ini digunakan
untuk mengetahui sejarah, visi, misi, struktur organisasi, jumlah guru, murid
dan karyawan MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus..
2)
Metode Observasi
Observasi yaitu suatu cara pengumpulan data dengan jalan
pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap fenomena-fenomena yang
diselidiki.[19] Metode ini
digunakan untuk menggali data-data tentang proses pembelajaran Sejarah
Kebudayaan Islam di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus.
3)
Metode Angket
Angket atau kuesioner ialah suatu metode yang berupa daftar
yang berisi pertanyaan yang harus dijawab atau dikerjakan oleh orang yang ingin
diselidiki atau responden.[20]
Dalam hal ini, penulis menggunakan angket secara langsung yang ditujukan untuk
siswa di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus Tahun 2010/2011. Angket ini
digunakan untuk mengetahui sejauhmana efektifitas metode cerita dalam bidang
sutudi Sejarah Kebudayaan Islam serta sejauhmana intensitas belajar siswa.
4)
Metode Wawancara
Metode wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh
pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.[21]
Yaitu observasi partisipan, teknik wawancara yang digunakan adalah wawancara
mendalam dengan para informan yaitu para guru, dilakukan secara open ended
tak terstruktur sehingga lebih fleksibel.
Wawancara mendalam ditempuh sebagai pelengkap dan memperkuat
data hasil observasi. Peneliti mewawancara semua guru yang ada di MI Darul Ulum
Ngembalrejo Bae Kudus tahun 2010-2011, sehingga diperoleh hasil dari wawancara
data tentang siswa
d.
KISI - KISI
INSTRUMEN PENELITIAN
Uji Instrumen Penelitian
Instrumen yang valid berarti alat ukur yang di
gunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen
tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Instrumen yang
reliabel berarti instrumen tersebut bila digunakan beberapa kali untuk mengukur
obyek sama akan menghasilkan data yang sama.
Instrumen yang
valid dan reliabel belum tentu akan menghasilkan data yang diteliti. Peneliti
harus mampu mengendalikan obyek yang diteliti dan miningkatkan kemampuan dan
menggunakan instruman untuk mengukur variabel yang diteliti.[22]
e.
UJI VALIDITAS DAN
RELIABILITAS INDIKATOR
a.
Pengujian Validitas Instrumen
Validitas adalah ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan atau
kesahihan sesuatu instrumen. suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai
validitas tinggi.[23]
Tes disebut valid apabila tes tersebut benar-benar dapat mengungkap aspek yang
di selidiki secara tepat, dengan kata lain harus memiliki tingkat ketepatan
dalam mengungkap aspek-aspek yang hendak diukur.
b.
Pengujan Reliabilitas Instrumen
Reliabel artinya dapat dipercaya jadi dapat diandalkan. Reliabilitas
menunjukan pada satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya
untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah
baik.[24]
Tes dikatakan reliabel apabila tes tersebut mampu memberikan hasil yang relatif
tetap apabila dilakukan secara berulang pada
tingkat ketepatan yang tinggi dalam mengungkap aspek-aspek yang hendak
diukur.
f.
UJI ASUMSI KLASIK
Dengan
mengetahui normalitas data, linieritas data, dan homogenitas data maka peneliti
dapat menetapkan apakah penelitian ini menggunakan statistik prametris atau
statistik non parametris.
Kebijakan ini
perlu diambil agar hasil penelitian dapat digenerelasikan pada populasi yang
lebih luas. Adapun ketiga asumsi tersebut dijelaskan sebagaimana berikut.
a. Normalitas Data
Normalitas
data pada penggunaan statistik parametris bekerja dengan asumsi bahwa data
setiap variabel penelitian yang akan dianalisis membentuk distribusi normal.
Bila data tidak normal maka teknik statistik parametris tidak dapat digunakan
untuk alat analisis, sebagai gantinya digunakan teknik statistik non
parametris.[25]
b. Uji Linieritas Data
Pada dasarnya
uji linieritas merupakan pengujian terhadap rumusan hipotesa nully (nol)
koefisien arah regresi berarti dan linier melawn regresi tidak linier.[26]
Bila hasil F hitung lebih kecil dari F tabel maka korelasinya adalah linier sebaliknya
bila Fhitung lebih besar dari F tabel maka korelasinya tidak linier.
c. Uji Homogenitas Data
Homogenitas
data merupakan pengujian terhadap kesamaan beberapa bagian sampel yaitu seragam
tidaknya variansi sampel-sampel yang diambil dari populasi yang sama. Pengujian
homogenitas sampel menjadi sangat penting apabila peneliti bermaksud melakukan
generelasi untuk hasil penelitiannya serta penelitian yangg data penelitiannya
diambil dari kelompok-kelompok terpisah yang berasal dari satu populasi.[27]
g. Teknik Analisis
Data
Teknik analisis data digunakan untuk
mengetahui seberapa besar efektifitas penggunaan metode cerita dalam bidang
studi PAI terhadap intensitas belajar siswa. Peneliti menggunakan analisis
statistik. Adapun data-data tersebut terpisahkan, penulis menggunakan
langkah-langkah sebagai berikut:
Dalam
analisis data ini, penulis terlebih dahulu memisahkan antara variabel X (metode
cerita) dan variabel Y (intensitas
belajar siswa). Setelah
data terpisah penulis melakukan penganalisaan dengan tiga tahap yaitu :
a.
Analisa Pendahuluan
Analisis ini penulis menyimpulkan data yang diperoleh
dari angket selama penelitian.
Dalam pengelolaan data, penulisan menggunakan tabel distribusi.
Frekuensi
sederhana, yang sebelumnya penulis telah mengubah data yang bersifat kualitatif
menjadi kuantitatif dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:
1)
Untuk alternatif jawaban a dengan
skor 4
2)
Untuk alternatif jawaban b dengan
skor 3
3)
Untuk alternatif jawaban c dengan
skor 2
4)
Untuk alternatif jawaban d dengan
skor 1
b.
Analisis Uji Hipotesis
Analisa ini untuk menguji hipotesis yang diajukan
dengan mengadakan perhitungan
lebih lanjut dengan menggunakan analisis statistik dengan rumus regresi.
Dalam analisis
uji hipotesis, digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan dengan
menggunakan langkah-langkah adalah:
1)
Membuat tabel penolong untuk
menghitung persamaan regresi dan korelasi sederhana
2)
Menghitung harga a dan b dengan
rumus sebagai berikut:
3)
Menyusun persamaan regresi
Y1 = a + bX
Keterangan:
Y1 = Subjek
dalam variabel dependent
a = X = 0 (Harga konstan)
b
= Angka
arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang
didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) Maka naik, bila (-) maka
terjadi penurunan.
x = Subjek pada variabel
indipenden yang mempunyai nilai tertentu. Kemudian ada tidaknya pengaruh dapat
diteruskan dengan menggunakan rumus :[28]
4)
Mencari nilai korelasi antara
variabel depencent dengan independent menggunakan rumus.
r = 

Keterangan:
r = Koefisiaen korelasi antara variabel X dan
variabel Y
X = Nilai variabel metode cerita.
Y = Nilai
variabel intensitas belajar siswa bidang studi PAI.
N = Jumlah
sampel yang menjadi obyek penelitian.
c.
Analisis lanjut
Menguji signifikan hasil perhitungan dengan membandingkan r hitung
dengan r tabel baik
untuk taraf kesalahan 5% maupun taraf kesalahan 1%.
Analisa ini untuk membuat interprestasi lebih lanjut dengan
jalan membandingkan harga hitung yang telah diketahui dengan harga tabel.
1.
Jika r hitung lebih
besar dari r tabel 1% atau 5%, maka hasilnya bisa dikatakan
signifikan (hipotesis diterima) artinya ada efektifitas metode cerita dalam
bidang studi sejarah di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus tahun 2010/2011.
2.
Jika r hitung lebih
kecil dari r tabel 1 % atau 5 % maka hasilnya bisa dikatakan non
signifikan (hipotesis ditolak) artinya tidak atau kurang ada efektifitas metode
cerita dalam bidang studi sejarah di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus tahun
2010/2011, Kudus.
Untuk mencari nilai koefisien determinasi antara variabel X
dan variabel Y dengan menggunakan rumus :
(R)2
= (r)2 x 100%.
G.
Sistematika Penulisan
Secara sistematis penulisan
penelitian ini terdiri dari tiga bagian pokok yang merupakan rangkaian dari
beberapa bab, dan pada setiap bab terdiri
atas beberapa sub bab yang paling
terkait antara satu dengan yang lainnya.
Untuk mengetahui keseluruhan isi
atau materi-materi skripsi ini secara global, penulis perlu mengemukakan
sistematika penelitian yang terdiri dari tiga bagian yaitu :
1. Bagian Muka
Pada bagian ini memuat halaman judul, halaman nota
persetujuan pembimbing, halaman nota pengesahan, halaman motto, halaman
persembahan, halaman kata pengantar, halaman daftar isi.
2. Bagian Isi
Pada bagian ini membuat garis besar yang terdiri dari
lima bab,
antara bab dengan bab lain saling berhubungan karena merupakan suatu kesatuan
yang utuh.
BAB I :
PENDAHULUAN
Dalam
hal ini, penulis akan uraikan tentang latar belakang masalah, penegasan judul,
rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis, metode
penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II :
METODE CERITA DAN INTENSITAS BELAJAR BIDANG
STUDI
SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
Dalam
bab ini penulis akan mengungkap : Pertama, masalah metode cerita yang terdiri dari
pengertian metode cerita, dasar penggunaan metode cerita, tujuan penggunaan
metode cerita, kelebihan dan kelemahan metode cerita, langkah-langkah
menggunakan metode cerita. Kedua, intensitas belajar, yang meliputi
pengertian intensitas belajar, urgensi belajar,
ciri-ciri
perilaku belajar, faktor – faktor yang mempengaruhi intensitas belajar, dan
jenis-jenis intensitas belajar. Ketiga, bidang studi sejarah kebudayaan
islam, terdiri dari : pengertian Sejarah Kebudayaan Islam, tujuan dan fungsi
pengajaran Sejarah Kebudayaan Islam, dan ruang lingkup materi Sejarah
Kebudayaan Islam, dan Keempat, tentang efektifitas metode cerita dalam
bidang Studi Sejarah Kebudayaan Islam Terhadap Intensitas Belajar Siswa
BAB III : KONDISI UMUM
DI MI DARUL ULUM NGEMBALREJO BAE KUDUS TAHUN 2010-2011.
Dalam bab ini meliputi
empat sub bab : sub bab Pertama tentang data umum MI Darul Ulum
Ngembalrejo Bae Kabupaten Kudus yang meliputi : 1. Sejarah perkembangan dan
tujuan, 2. Letak geografis, 3. Organisasi madrasah, 4. Keadaan guru, karyawan
dan siswa, 5. Kurikulum madrasah, kepegawaian, dan sarana prasarana, Kedua,
data tentang efektifitas metode cerita di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus
Tahun 2010-2011., Ketiga data tentang intensitas belajar bidang Studi Sejarah
Kebudayaan Islam di MI Darul Ulum Ngembalrejo Bae Kudus tahun 2010-2011.
BAB IV : ANALISA DATA
Dalam bab ini meliputi : analisis pendahuluan, analisis uji
hipotesis, dan analisis lanjut.
Bab V : PENUTUP
Dalam bab ini memuat : kesimpulan, saran-saran dan kata
penutup.
3.
Bagian Akhir
Pada bagian akhir ini memuat daftar pustaka,
lampiran-lampiran dan daftar riwayat hidup pendidikan penulis.
DAFTAR PUSTAKA
Abudin Nata, Filsafat
Pendidikan Islam, Logos Wacana Ilmu, Jakarta,
1997.
Achmadi, Ilmu Pendidikan Islam, FT. IAIN
Walisongo, Salatiga, 1987.
Bimo Walgito, Bimbingan dan Penyuluhan Di Sekolah,
Andi Offset, Yogyakarta, 1993.
Musthofa, Metode Pengajaran Ahklak, Al-Fikr
no.20 / sep / th. IV / 1998.
Subana dan Sunarti, Strategi Belajar Mengajar Bahasa
Indonesia, Pustaka Setia, Bandung.
Suharsimi Arikunto, Manajemen
Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta,
1996.
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta,
1998.
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Edisi
Revisi II, Rineka Cipta, Jakarta.
Sutrisno Hadi, Statistik 2, Yogyakarta,
Andi Offset, Cet. Ke 15.
W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1976.
ANGKET PENELITIAN (TRY OUT)
A.
IDENTITAS RESPONDEN
1.
Nama Responden : ………………………………………………………
2.
Jenis Kelamin : ………………………………………………………
3.
Alamat : ………………………………………………………
B. PETUNJUK PENGISIAN ANGKET
- Pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai dengan diri adik dengan cara memberi tanda silang.
- Diucapkan banyak terima kasih kepada adik yang telah membantu penulis dalam menjawab pertanyaan dengan jujur dan benar menurut hati nurani adik.
A.
METODE CERITA
- P enyampaian secara lisan
1.
Apakah senang ketika guru anda menyampaikan pelajaran dengan bercerita?
2.
Apakah anda merasa lebih nyaman
dengan cara penyampaian seperti itu?
3.
Apakah anda merasa jenuh dengan
penyampaian pelajaran dengan bercerita?
- Penyampaian kronologis peristiwa
1.
Apakah guru SKI anda dalam menyampaikan materi sesuai dengan runtutan
peristiwa?
- Pengambilan pelajaran dari peristiwa masa lalu
1.
Dari materi yang disampaikan guru, apakah anda mendapatkan teladan yang
bisa anda ikuti?
B.
INTENSITAS BELAJAR SISWA
- Memperhatikan keterangan guru
1.
Apakah anda berbicara sendiri
saat guru menerangkan pelajaran?
2.
Apakah anda faham dengan
materi yang di sampaikan guru?
3.
Apakah anda butuh penjelasan
lagi dari guru ketika belum faham?
- Mencatat
1.
Apakah anda selalu menyiapkan alat
pencatat saat pelajaran dimulai?
2.
Apakah anda mempunyai buku catatan
khusus materi SKI?
3.
Apakah anda pinjam catatan teman
ketika tidak masuk?
- Rajin bertanya
1.
Apakah anda punya banyak
pertanyaan tentang materi SKI yang anda peroleh?
2.
Apakah anda berusaha mencari
penyelesaianya?
3.
Apakah pertanyaan anda terlontar
selama pelajaran berlangsung?
[1]
Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, Logos Wacana Ilmu, Jakarta, 1997, hlm. 46
[2]
Achmadi, Ilmu Pendidikan Islam, FT. IAIN Walisongo, Salatiga, 1987, hlm.
26
[3]
W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1976, hlm. 560
[4]
Musthofa, Metode Pengajaran Ahklak, Al-Fikr no.20 / sep / th. IV / 1998,
hlm. 26
[5]
W.J.S. Poerwadarminta, Op. Cit., hlm. 384
[6]
Subana dan Sunarti, Strategi Belajar Mengajar Bahasa Indonesia, Pustaka
Setia, Bandung,t.th.,
hlm. 9
[7]
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka
Cipta, Jakarta,
1998, hlm. 25
[8]
Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta, 1996, hlm. 115
[9]Saifuddin Azwar, Metode Penelitian, Pustaka
Pelajar, Yogyakarta,1997, hlm. 49.
[10] Ibid, hlm.
5.
[11]Moh. Nasir, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta,1987, hlm. 149.
[12]
Armai Arif, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat
Pers, Jakarta,
2002, hlm. 163
[13]
Bimo Walgito, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, Yogyakarta,
Fak. Psikologi UGM, 1989, hlm. 126
[14]
Imam Munawir, Motivasi Islam Dalam Hidup Dinamis, Patriotik dan Berjiwa
Besar, PT. Bima Ilmu, Surabaya, 1990, hlm. 81
[15]
The Liang Gie, Cara Belajar Yang Efisien, Pusat Kemajuan Studi (Center
For Study Progress), yogyakarta, 1985, hlm. 81
[16]
Sutrisno Hadi, Statistik 2, Yogyakarta,
Andi Offset, Cet. Ke 15, hlm. 70
[17]Sutrisno Hadi, Op.cit., hlm. 89.
[18]Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu
Pendekatan Praktek, Rineka Cipta, Jakarta,
1993. hlm. 102.
[19]
Sutrisno Hadi, Op. Cit., hlm. 136
[20]
Bimo Walgito, Bimbingan dan Penyuluhan Di Sekolah, Andi Offset, Yogyakarta, 1993, hlm. 60
[21]
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Edisi Revisi II, Rineka Cipta,
Jakarta, hlm.. 144.
[22]Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, Alfa
Beta, Bandung,
2005, hlm. 267-268.
[23]Suharsimi Arikunto, Op.cit., hlm.144-145
[25]Sugiyono, Op.cit., hlm. 69.
[26]Masrukhin, Statistik Inferensial, Mitra Press,
Kudus, 2004, hlm. 69-70.
[27]Suharsimi Arikunto, Op.cit., hlm. 290.
[28] Sugiyono, Op.cit, hlm, 244







0 komentar:
Posting Komentar