Pada umumnya laporan keuangan terdiri dari
4 kelompok/bagian, yakni 1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca), 2. Laporan
Laba/Rugi, 3. Laporan perubahan Ekuitas/Modal, serta 4. Laporan Arus Kas.
1. Laporan Neraca, adalah laporan keuangan
yang melaporkan jumlah kekayaan, kewajiban keuangan dan modal sendiri
perusahaan pada waktu tertentu. Jumlah kekayaan disajikan pada sisi aktiva,
sedangkan jumlah kewajiban dan modal sendiri disajikan pada sisi passiva.
Karena jumlah aktiva haruslah sama dengan jumlah pasiva, maka
|
Persamaan tersebut sering disebut sebagai accounting
identity .
Kekayaan/aktiva disusun sesuai dengan
kemudahannya untuk dirubah menjadi kas, maka kas disini akan selalu ditempatkan
pada rekening yang paling atas, kemudian baru diikuti dengan rekening-rekening
yang lebih tidak liquid.
Aktiva Lancar? Yaitu aktiva yang
menunjukkan bahwa umumnya aktiva tersebut untuk berubah menjadi kas memerlukan
waktu yang cukup singkat, yaitu kurang dari 1 tahun.
Aktiva Tetap? Menunjukkan bahwa untuk dapat
berubah menjadi kas memerlukan waktu yang lebih dari 1 tahun, dan kembalinya
secara berangsur-angsur, yakni lewat proses penyusutan aktiva.
2. Laporan Laba Rugi
Laporan yang menunjukkan pendapatan dari
penjualan, berbagai biaya, dan laba yang diperoleh perusahaan selama periode
tertentu.
Lalu bedanya dengan laporan neraca?
Laporan Laba/Rugi menunjukan laporan selama
suatu periode (misal selama satu tahun), sedangkan laporan Neraca menunjukkan
laporan pada waktu tertentu (misal pada tanggal 31 Desember 2013).
3. Laporan Perubahan Ekuitas/Modal
Laporan perubahan modal adalah salah satu bentulk laporan keungan yang memberikan informasi tentang
penyebab bertambah atau berkurangnya modal selama dalam masa periode tertentu.
Di dalam laporan
perubahan modal terdapat beberapa komponen diataranya :
1. Modal awal : Keseluruhan dana yang
di investasikan kedalam perusahan yang digunakan untuk menunjang pengoperasian
perusahan pada saat awal perusahaan tersebut baru berdiri atau posisi modal
awal perusahan pada awal bulan pada tahun yang bersangkutan.
2. Laba / rugi : Selisih dari bersih
antara total pendapatan dengan total biaya.
3. Prive : Penarikan sejumlah
dana oleh pemilik perusahan yang digunakan untuk keperluan di luar kegiatan /
operasional perusahaan atau yang digunakan untuk keperluan pribadi.
4. Modal akhir : Keseluruhan dana
yang merupakan hasil akhir dari penambahan modal awal ditambah dengan laba (
jika mengalami keuntungan ) atau pengurangan modal awal dikurangi rugi usaha (
Jika mengalami kerugian ) kemudian dikurangi dengan total prive dan hasil
merupakan modal akhir.
Jadi unsur yang
termasuk di dalam laporan perubahan modal terdiri dari Investasi awal atau
modal awal, laba-rugi selama periode yang bersangkutan, prive penarikan modal
oleh pemilik dan modal akhir.
4. Laporan Arus Kas
Laporan aliran kas meringkas aliran kas
masuk dan keluar perusahaan untuk jangka waktu tertentu. Laporan aliran kas
mempunyai 2 tujuan, yakni 1. Memberikan informasi mengenai penerimaan dan
pembayaran kas perusahaan selama periode tertentu, 2. Memberikan informasi
mengenai efek kas dari kegiatan investasi, pendanaan, dan operasi perusahaan
selama periode tertentu.
RASIO-RASIO KEUANGAN
1. Rasio Liquiditas
Yaitu rasio yang mengukur kemampuan
liquiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat besarnya aktiva lancar
relatif terhadap utang lancarnya.
Ada beberapa rasio liquiditas, yaitu:
a. Rasio lancar, rasio yang mengukur kemampuan
perusahaan memenuhi utang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancarnya.
Rasio lancarbisa dihitung sebagai berikut ini:
Rasio lancar = 
b. Rasio quick (acid – test ratio),
mengeluarkan persediaan aktiva lancar,persediaan biasanya dianggap sebagai
asset yang paling tidak liquid. Untuk menjual persediaan ( mengubah persediaan
menjadi kas ) waktu yang diperlukan lebih lama (dibandingkan piutang dagang).
Disamping itu tingkat ketidakpastiannya, termasuk kemungkinan nilai persediaan
turun karena produk rusak atau kualias yang menurun, juga lebih tinggi. Dengan
alasan semacam itu, persediaan dikeluarkan dari perhitungan rasio lancar.
Dapat dihitung dengan rumus:
2. Rasio Aktivitas
Yaitu rasio yang digunakan untuk melihat
seberapa besar efisiensi penggunaan aset oleh perusahaan, juga melihat seberapa
besar dana yang tertanam pada aset tertentu cukup besar, sementara dana
tersebut mestinya bisa dipakai untuk investasi pada aset lain yang lebih
produktif, maka profitabilitas perusahaan tidak sebaik yang seharusnya.
Sedangkan yang termasuk dalam konteks pembahasan rasio aktivitas antara lain
adalah 1. Rata-rata umur piutang, 2. Perputaran persediaan, 3. Perputaran
aktiva, dan 4. Perputaran total aktiva.
3. Rasio Utang/Solvabilitas/Leverage
Yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Perusahaan yang
tidak solvable adalah perusahaan yang total utangnya lebih besar dibandingkan
dengan total asetnya. Rasio ini memfokuskan pada sisi kanan atau kewajiban
perusahaan. Ada beberapa macam rasio leverage yang bisa dihitung, yaitu rasio
utang terhadap total aset, rasio times interest earned, dan rasio fixed charge
coverage.
Untuk menghitung macam-macam rasio utang tersebut dapat dicari
dengan rumus:
Rasio Total Utang terhadap Total Aset = 
Times Interest Earned (TIE) = 
Fixed Charge Coverage = 
4. Rasio Profitabilitas
Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur
kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan ( Profitabilitas) pada tingkat
penjualan, aset, dan modal saham tertentu.
Ada 3 rasio yang sering digunakan, yakni
profit margin, return on aset (ROA). Dan return on equity (ROE).
a. Profit Margin, menghitung sejauh mana
kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu.
Profit margin dapat dihitung menggunakan rumus:
Profit margin =
Profit margin yang tinggi menunjukkan
kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan
tertentu. Secara umum rasio yang rendah menunjukkan ketidakefisienan pada
manajemen. rasio ini cukup bervariasi
darisatu industry ke industry lainnya.
b. Return On Asset (ROA), mengukur kemampuan
perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset tertentu. ROA
dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
Return On Aset (ROA) = 
Rasio yang tinggi menunjukkan efisiensi dan
efektifitas pengelolaan aset, yang berarti semakin baik.
c. Return On Equity (ROE), mengukur kemampuan
perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan modal tertentu. Rasio ini
merupakan ukuran profitabilitas dilihat dari sudut pandang pemegang saham.
Rasio ini dapat dicari menggunakan rumus:
Return On Equity = 
Angka yang tinggi untuk ROE menunjukkan
tingkat profitabilitas yang tinggi. Rasio ROE tidak memperhitungkan dividen maupun
capital gain untuk pemegang saham. Karena itu rasio ini bukan pengukur
return (tingkat pengembalian) yang diterima pemegang saham yang sebenarnya. ROE
dipengaruhi oleh ROA dan tingkat penggunaan utang (leverage keuangan).
5. Rasio pasar
Rasio yang digunakan untuk mengukur harga
pasar saham perusahaan, relatif terhadap nilai bukunya. Sudut pandang rasio ini
lebih banyak berdasar pada sudut pandang investor (atau calon investor),
meskipun pihak manajemen juga berkepentingan terhadap rasio-rasio ini.
Ada beberapa rasio yang bisa dihitung dalam
rasio pasar ini, yakni PER (Price Earning Ratio), dividend yield, dan
pembayaran dividen (dividend pay-out ratio).
a. PER melihat harga pasar saham relatif
terhadap earning-nya. PER bisa
dicari dengan rumus :
PER = 
b. Rasio Dividend Yield dapat dicari dengan
menggunakan rumus:
Divident Yield = 
c. Rasio Pembayaran Dividen, rasio ini melihat
bagian earning (pendapatan) yang dibayarkan sebagai dividen kepada
investor. Bagian lain yang tidak dibagikan akan diinvestasikan kembali ke
perusahaan. Rasio ini dapat diketahui dengan menggunakan rumus:
Rasio Pembayaran Dividen = 
Perusahaan yang mempunyai tingkat
pertumbuhan yang tinggi akan mempunyai rasio pembayaran dividen yang rendah dan
begitupun sebaliknya, perusahaan yang tingkat pertumbuhannya rendah akan
mempunyai rasio yang tinggi. Pembayaran dividen juga merupakan bagian dari
kebijakan dividen perusahaan.
6. Rasio Rentabiitas ekonomis, atausering
disamakan dengan earning power dimaksudkan untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam memperoleh laba usaha dengan aktiva yang digunakan untuk memperoleh laba
tersebut. Rentabilitas ekonomis (RE) ini dihitung dengan membagi laba usaha
(EBID) dengan total aktiva. RE Perusahaan dapat diketahui dari Rumus sebagai berikut :
RE = 
NILAI WAKTU UANG
TIME VALUE OF MONEY
Kalau seseorang disuruh memilih untuk menerima
sejumlah uang misanya 10 juta sekarang/saat ini, ataukah memilih menerima
sejumlah uang yang sama-sama 10 juta pada satu tahun yang akan datang, pasti ia
akan memilih untuk menerima sejumlah uang tersebut sekarang ini. Mengapa hal
ini terjadi? Karena adanya nilai waktu uang yang akan selalu berlaku, lebih
khusus lagi dalam persentase Rupiah, mata uang Negara kita sekarang ini, karena
nilai uang pada waktu yang berbeda tidaklah akan bisa dianggap sama nilainya.
1. Bunga Berganda (compound interest),
menunjukkan bahwa bunga dari suatu pokok
pinjaman/simpanan juga akan dikenakan/memperoleh bunga pada periode
selanjutnya. Untuk mencari nilai yang akan diperoleh ditahun ke-n dan ke-0 (
nilai terminal) maka dapat dicari dengan menggunakan rumus:
Vn = V0
Dengan ketentuan
Vn : nilai pada tahun ke-n
V0 : nilai pada tahu ke-0
r :
tingkat bunga
n : jumlah periode
rumus tersebut merupakan rumus dasar yang
berguna dalam perhitugan nilai dimasa yang akan dating, dari rumus tersebut
dapat diketahui bahwa semakin besar r (tingkat bunga) dan semakin lama n
(periode) maka semakin besar nilai masa yang akan datangnya.
2. Nilai sekarang (present value),
merupakan kebalikan dari konsep nilai terminal
atau future value dengan bunga berganda. Kalau kita dihadapkan pada pilihan
untuk menerima 10ribu saat ini ataukah 10 ribu satu tahun yang akan dating,
maka dengan meperhatikan konsep nilai waktu uang, tentunya kita akan memilih
untuk menerima saat ini. Hal tersebutdisebabkan karena nilai sekarang (PV) 10
ribu yang akan kita terima satu tahun yang akan dating, adalah lebih kecil
dari10ribu. Secara umum PV dapat ditentukan dengan rumus:
PV = Vn/(1 + r)*n
Dengan ketentuan:
Vn :
nilai arus kas pada waktu ke-n
r :
tingkat bunga (sama setiap tahunnya)
3. Anuitas,
Adalah suatu seri penerimaan atau
pembayaran kas yang jumlahnya sama setiap kali penerimaan atau pembayaran.
Misalkan kita membeli sesuatu barang, entah itu misalkan saja TV, yang kita
akan membayar setiap bulan sebesar 400ribu selama 6 bulan. Cara pembayaran
seperti ini dimaksudkan untuk mempermudah mengingat-ingatnya.
Dalam menghitung angka keseluruhan yang
akan kita bayarkan untuk sebuah produk yang cara pembayarannya seperti contoh
TV di atas, bisa kita cari menggunakan rumus:
4. Perpetuity
Merupakan seri penerimaan (atau pembayaran kas) dengan
pola tertentu dalam berjangka waktu selamanya. Misalkan kita membeli suatu
sekuritas yang akan memberikan penghasilan sebesar A setiap tahun sampai dengan
tahun ∞ (tidak terhingga). Kalau tingkat bunga yang relevan setiap tahunnya
adalah r, maka PV seri tersebut dapat dicari dengan rumus:
5. Internal rate of return atau yield (IRR),
IRR atau yield untuk suatu investasi adalah
tingkat bunga yang menyamakan present value arus kas keluar dan present value
arus kas masuk. Secara matematis, IRR (yang dinyatakan sebagai i) dapat
dinyatakan sebagai :
A, adalah arus kas pada periode t, yang
dapat berwujud kas masuk ataupun kas keluar,
n, adalah periode terakhir arus kas
diharapkan akan terjadi, dan
∑, adalah menunjukkan jumlah arus kas yang
didiscountdkan (atau dipresent-value-kan) mulai waktu ke-0 sampai dengan ke-n.







0 komentar:
Posting Komentar