Sabtu, 13 Desember 2014

Tugas Kewirausahaan

KEWIRAUSAHAAN
Roti Bakar “Radja”
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Kewirausahaan
Dosen Pengampu : Karebet Gunawan, SE, MM.
Disusun oleh :
Siti Mawaddah Warohmah     (211229)
Nasrul Umam                          (211242)
Umi Nur Choiriyah                 (211246)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN SYARI’AH & EKONOMI ISLAM
MANAJEMEN BISNIS SYARI’AH
2014


A.    Profil Perusahaan
Nama Usaha         : Roti Bakar “Radja”
Bidang Usaha      : Manufaktur
Pemilik Usaha      : Bapak Ngateman
Alamat                 : Ds. Muktiharjo, Kec. Margorejo, RT: 02 RW:05 No.18 Kab. Pati

B.     Sejarah Berdirinya
Bisnis Roti bakar ini berawal dari kegigihan seorang lelaki yang kerap disapa Ngateman. Beliau dulunya adalah pegawai di salah satu pabrik Roti yang ada di Kudus. Beliau tinggal di desa Tanjung Rejo Jekulo Kudus. Karena merasa sudah tidak cocok dengan pimpinan tempat beliau bekerja, banyak tekanan dan lain lain maka beliau putuskan untuk keluar dari perusahaan roti tersebut. Setelah itu beliau berusaha mandiri untuk menghidupi anak dan istrinya dengan mencoba bisnis mie ayam keliling selama 2 tahun. Karena bisnis ini dijalankan sendirian, beliau mengaku terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan dan kemudian beliau tertarik untuk bisnis waralaba atau yang dikenal dengan sebutan franchise roti bakar.
Pada tahun 2009, beliau mulai menggeluti bisnis franchise roti bakar. Akan tetapi di sisi lain beliau juga menerapkan sistem ATM (Amati Tiru Modifikasi) dalam artian, selain beliau menjalankan bisnis franchisenya beliau juga belajar membuat roti sendiri berbekal pengalaman kerja di pabrik roti. Setelah beberapa kali dengan masa percobaan, beliau yakin untuk membuat roti dan selai sendiri. Beliau memutuskan untuk tidak mengambil stok lagi dari franchisor. Maka sejak itulah nama “Radja” mulai dikenalkan pada masyarakat. Pertama kali Bapak Ngateman memperkenalkan produknya di daerah Honggosoco, karena dirasa tempat tersebut strategis. Setelah berjalan 1 tahun, akhirnya Bapak Ngateman berinisiatif untuk mengembangkan bisnis franchise Roti Bakar “Radja”.

C.    Visi dan Misi
Visi: Menjadi brand Nasional dan pimpinan usaha Roti Bakar di Indonesia khususnya di daerah Kudus.
Misi: a. Menyediakan berbagai variasi produk roti bakar yang enak. Lezat, dan bergizi
b. Memberikan kepuasan kepada konsumen dehingga konsumen bisa menjadi loyal terhadap perusahaan mengingat pesaing juga banyak
c. Membantu orang untuk mendapatkan pendapatan tambahan
D.      Sumber Daya Manusia

Pemilik
Karyawan Produksi
Karyawan Produksi
 







Franchisor
Struktur organisasi dalam bisnis Roti Bakar ini sama halnya dengan UMKM kebanyakan lainnya. Karyawan yang di miliki adalah 2 karyawan bagian produksi. Karena setelah itu maka struktur yang ada adalah sebagai berikut :

Franchisee    9                                
Franchisee 8
Franchisee 4
Franchisee 5
Franchisee 6
Franchisee 7
Franchisee 3
Franchisee 2
Franchisee 1
 







E.       Proses Pembuatan                                                                   
Berhubung dalam pembuatan roti tawarnya masih menjadi rahasia perusahaan, maka kami hanya menyajikan Tahap-tahap pembuatan roti bakar tersebut adalah :
a.       Hidupkan kompor untuk memanasi pemanggang roti
b.      Ambil roti yang sudah tersedia, belah roti menjadi tiga bagian, oleskan simas lalu isi masing-masing bagian dengan rasa yang dipesan oleh konsumen dan tambahakan susu.
c.       Letakkan roti pada pemanggang
d.      Oleskan simas kembali pada bagian luar roti
e.       Panggang roti sesuai dengan pesanan.
f.       Setelah pemanggangan selesai angkat roti dan letakkan diatas kertas pembungkus yang sudah disediakan
g.      Potong roti menjadi beberapa bagian
h.      Bungkus roti dengan kertas minyak

F.       Paket yang didapat dalam franchise :
a.       Pengenalan dan pelatihan membuat roti bakar sampai siap jual.
b.      Tempat untuk jualan / Gerobak        : Rp 2.000.000,-
c.       Tempat untuk bakar roti (Wajan)      : Rp    300.000,-
d.      Kompor                                             : Rp    200.000,-
e.       Dekelit 3 x 4 m                                 : Rp    150.000,-
f.       Tempat selai / Toples 4 buah : Rp      40.000,-
g.      Garpu roti                                         : Rp      15.000,-
h.      Pisau roti                                           : Rp        8.000,-
i.        Solet besar 4 biji                               : Rp      16.000,-
j.        Solet Kecil 4 biji                               : Rp      20.000,-
k.      Parutan keju 2 buah                          : Rp        9.000,-
l.        Tempat garpu, pisau                          : Rp      45.000,-
m.    Sticker dan daftar harga roti             : Rp      30.000,-          +
Jumlah                                               : Rp. 2.633.000,-

G.      Strategi Pemasaran

Produk bisnis ini adalah roti bakar yang diberi label “Radja” dibuat berdasarkan resep yang ditemukan oleh pemilik sendiri. Sehingga mempunyai ciri khas tersendiri baik rasa maupun aromanya, dan pastinya berbeda dengan roti bakar lain pada umumnya. Inilah strategi pemasaran yang dipakai agar konsumen puas sehingga konsumen akan loyal pada merk produk “Radja” yaitu dengan menjaga kualitas produk agar memiliki keunggulan dalam bersaing dengan pesaing sejenis mengingat produk tersebut sudah banyak di pasaran.
Sasaran yang dituju dalam bisnis ini adalah semua kalangan baik menengah keatas maupun menengah kebawah, anak-anak sampai orang tua. Sejauh ini promosi yang dilakukan dari mulut ke mulut atau pembeli bisa datang langsung ke lokasi penjualan.
Terdapat beberapa varian rasa yang dapat dipilih oleh konsumen diantaranya yaitu:
a.       Nanas/Strawberry                                                                  Rp   7.000,-
b.      Blueberry                                                                               Rp   8.000,-
c.       Coklat                                                                                    Rp   9.000,-
d.      Kacang                                                                                   Rp   9.000,-
e.       Keju                                                                                       Rp 10.000,-
f.       Kombinasi Nanas dan Strawberry                                         Rp   7.000,-
g.      Kombinasi Nanas/Strawberry dan Blueberry                        Rp   8.000,-
h.      Kombinaasi Nanas/Strawberry dan Coklat                            Rp   8.000,-
i.        Kombinasi Nanas/Strawberry dan Kacang                            Rp   8.000,-
j.        Kombinasi Nanas/Strawberry dan Keju                                Rp   9.000,-
k.      Kombinasi Blueberry dan Coklat                                          Rp   9.000,-
l.        Kombinasi Blueberry dan Kacang                                         Rp   9.000,-
m.    Kombinasi Blueberry dan Keju                                             Rp 10.000,-
n.      Kombinasi Coklat dan Kacang                                              Rp   9.000,-
o.      Kombinasi Coklat dan Keju                                                  Rp 10.000,-
p.      Kombinasi Kacang dan Keju                                                 Rp 10.000,-
q.      Istimewa (Coklat, Kacang, Keju)                                          Rp 11.000,-

H.      Kendala yang dihadapi
a.       Faktor Cuaca:
1.    Bila hujan turun, secara otomatis penjualan turun. Karena konsumen malas keluar rumah. Sehingga banyak Roti yang kadaluarsa.
2.    Roti yang sehat hanya bertahan selama 3 hari. Dan setelah itu, Roti tidak layak untuk dimakan.
b.      Faktor Ekonomi masyarakat:
1.    Bila musim akhir bulan pembeli tidak begitu banyak.
2.    Dengan adanya kenaikan harga BBM yang naik seperti ini, berdampak pada berkurangnya penjualan. Karena konsumen berfikir dua kali untuk membelanjakan uangnya untuk dikonsumsi.

I.         Saran
a.    Mengingat tempat pembuatan rotinya di daerah Pati, alangkah baiknya memasarkan kepada masyarakat Pati untuk berbisnis franchise Roti Bakar “Radja”
b.    Manajemen pengelolaannya yang masih tradisional harus diperbaiki lagi
c.    Bisa memanfaatkan perkembangan internet untuk melakukan promosi, semisal promosi lewat facebook atau jejaring sosial lainnya





0 komentar:

Posting Komentar