KEWIRAUSAHAAN
Roti Bakar “Radja”
Disusun
Guna Memenuhi Tugas
Mata
Kuliah : Kewirausahaan
Dosen
Pengampu : Karebet Gunawan, SE, MM.
Disusun
oleh :
Siti
Mawaddah Warohmah (211229)
Nasrul
Umam (211242)
Umi
Nur Choiriyah (211246)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
KUDUS
JURUSAN SYARI’AH & EKONOMI
ISLAM
MANAJEMEN BISNIS
SYARI’AH
2014
A.
Profil
Perusahaan
Nama Usaha :
Roti Bakar “Radja”
Bidang Usaha :
Manufaktur
Pemilik Usaha :
Bapak Ngateman
Alamat :
Ds. Muktiharjo, Kec. Margorejo, RT: 02 RW:05 No.18 Kab. Pati
B.
Sejarah
Berdirinya
Bisnis
Roti bakar ini berawal dari kegigihan seorang lelaki yang kerap disapa Ngateman. Beliau dulunya adalah pegawai di salah
satu pabrik Roti yang ada di Kudus. Beliau tinggal di desa Tanjung Rejo Jekulo
Kudus. Karena merasa sudah tidak cocok dengan pimpinan tempat beliau bekerja,
banyak tekanan dan lain lain maka beliau putuskan untuk keluar dari perusahaan
roti tersebut. Setelah itu beliau berusaha mandiri untuk menghidupi anak dan
istrinya dengan mencoba bisnis mie ayam keliling selama 2 tahun. Karena bisnis
ini dijalankan sendirian, beliau mengaku terlalu banyak waktu yang dihabiskan
untuk mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan dan kemudian beliau tertarik
untuk bisnis waralaba atau yang dikenal dengan sebutan franchise roti bakar.
Pada
tahun 2009, beliau mulai menggeluti bisnis franchise
roti bakar. Akan tetapi di sisi lain beliau juga menerapkan sistem ATM
(Amati Tiru Modifikasi) dalam artian, selain beliau menjalankan bisnis
franchisenya beliau juga belajar membuat roti sendiri berbekal pengalaman kerja
di pabrik roti. Setelah beberapa kali dengan masa percobaan, beliau yakin untuk
membuat roti dan selai sendiri. Beliau memutuskan untuk tidak mengambil stok
lagi dari franchisor. Maka sejak
itulah nama “Radja” mulai dikenalkan pada masyarakat. Pertama kali Bapak
Ngateman memperkenalkan produknya di daerah Honggosoco, karena dirasa tempat
tersebut strategis. Setelah berjalan 1 tahun, akhirnya Bapak Ngateman
berinisiatif untuk mengembangkan bisnis franchise
Roti Bakar “Radja”.
C.
Visi
dan Misi
Visi:
Menjadi brand Nasional dan pimpinan
usaha Roti Bakar di Indonesia khususnya di daerah Kudus.
Misi:
a. Menyediakan berbagai variasi produk roti bakar yang enak. Lezat, dan bergizi
b.
Memberikan kepuasan kepada konsumen dehingga konsumen bisa menjadi loyal
terhadap perusahaan mengingat pesaing juga banyak
c.
Membantu orang untuk mendapatkan pendapatan tambahan
D.
Sumber
Daya Manusia
|
Pemilik
|
|
Karyawan
Produksi
|
|
Karyawan
Produksi
|
|
Franchisor
|
|
Franchisee 9
|
|
Franchisee
8
|
|
Franchisee
4
|
|
Franchisee
5
|
|
Franchisee
6
|
|
Franchisee
7
|
|
Franchisee
3
|
|
Franchisee
2
|
|
Franchisee
1
|
E.
Proses
Pembuatan
Berhubung dalam pembuatan roti tawarnya masih menjadi rahasia perusahaan,
maka kami hanya menyajikan Tahap-tahap pembuatan roti bakar tersebut adalah :
a.
Hidupkan kompor untuk memanasi pemanggang roti
b.
Ambil roti yang sudah tersedia, belah roti menjadi
tiga bagian, oleskan simas lalu isi masing-masing bagian dengan rasa yang
dipesan oleh konsumen dan tambahakan susu.
c.
Letakkan roti pada pemanggang
d.
Oleskan simas kembali pada bagian luar roti
e.
Panggang roti sesuai dengan pesanan.
f.
Setelah pemanggangan selesai angkat roti dan letakkan
diatas kertas pembungkus yang sudah disediakan
g.
Potong roti menjadi beberapa bagian
h.
Bungkus roti dengan kertas minyak
F. Paket yang didapat dalam franchise :
a.
Pengenalan dan pelatihan membuat roti bakar sampai
siap jual.
b. Tempat
untuk jualan / Gerobak : Rp 2.000.000,-
c. Tempat
untuk bakar roti (Wajan) : Rp 300.000,-
d. Kompor : Rp
200.000,-
e. Dekelit
3 x 4 m : Rp
150.000,-
f. Tempat
selai / Toples 4 buah : Rp 40.000,-
g. Garpu
roti :
Rp 15.000,-
h. Pisau
roti :
Rp 8.000,-
i.
Solet besar 4 biji : Rp 16.000,-
j.
Solet Kecil 4 biji : Rp 20.000,-
k. Parutan
keju 2 buah : Rp 9.000,-
l.
Tempat garpu, pisau : Rp 45.000,-
m. Sticker
dan daftar harga roti : Rp 30.000,-
+
Jumlah :
Rp. 2.633.000,-
G.
Strategi
Pemasaran
Produk bisnis ini adalah roti bakar yang diberi
label “Radja” dibuat berdasarkan resep yang ditemukan oleh pemilik sendiri.
Sehingga mempunyai ciri khas
tersendiri baik rasa maupun aromanya, dan pastinya berbeda dengan roti bakar
lain pada umumnya. Inilah strategi pemasaran yang dipakai agar konsumen puas
sehingga konsumen akan loyal pada merk produk
“Radja” yaitu dengan menjaga kualitas produk agar memiliki keunggulan dalam
bersaing dengan pesaing sejenis mengingat produk tersebut sudah banyak di
pasaran.
Sasaran yang dituju dalam bisnis ini adalah semua
kalangan baik menengah keatas maupun menengah kebawah, anak-anak sampai orang
tua. Sejauh ini promosi yang dilakukan dari mulut ke mulut atau pembeli bisa
datang langsung ke lokasi penjualan.
Terdapat beberapa varian rasa yang dapat dipilih
oleh konsumen diantaranya yaitu:
a. Nanas/Strawberry
Rp
7.000,-
b. Blueberry
Rp
8.000,-
c. Coklat
Rp
9.000,-
d. Kacang
Rp
9.000,-
e. Keju
Rp
10.000,-
f. Kombinasi
Nanas dan Strawberry Rp
7.000,-
g. Kombinasi
Nanas/Strawberry dan Blueberry Rp
8.000,-
h. Kombinaasi
Nanas/Strawberry dan Coklat Rp
8.000,-
i.
Kombinasi Nanas/Strawberry dan Kacang Rp 8.000,-
j.
Kombinasi Nanas/Strawberry dan Keju Rp 9.000,-
k. Kombinasi
Blueberry dan Coklat Rp
9.000,-
l.
Kombinasi Blueberry dan Kacang Rp 9.000,-
m. Kombinasi
Blueberry dan Keju Rp
10.000,-
n. Kombinasi
Coklat dan Kacang Rp
9.000,-
o. Kombinasi
Coklat dan Keju Rp
10.000,-
p. Kombinasi
Kacang dan Keju Rp
10.000,-
q. Istimewa
(Coklat, Kacang, Keju) Rp
11.000,-
H.
Kendala
yang dihadapi
a. Faktor
Cuaca:
1. Bila
hujan turun, secara otomatis penjualan turun. Karena konsumen malas keluar
rumah. Sehingga banyak Roti yang kadaluarsa.
2. Roti
yang sehat hanya bertahan selama 3 hari. Dan setelah itu, Roti tidak layak
untuk dimakan.
b. Faktor
Ekonomi masyarakat:
1. Bila
musim akhir bulan pembeli tidak begitu banyak.
2. Dengan
adanya kenaikan harga BBM yang naik seperti ini, berdampak pada berkurangnya
penjualan. Karena konsumen berfikir dua kali untuk membelanjakan uangnya untuk dikonsumsi.
I.
Saran
a. Mengingat
tempat pembuatan rotinya di daerah Pati, alangkah baiknya memasarkan kepada
masyarakat Pati untuk berbisnis franchise
Roti Bakar “Radja”
b. Manajemen
pengelolaannya yang masih tradisional harus diperbaiki lagi
c. Bisa
memanfaatkan perkembangan internet untuk melakukan promosi, semisal promosi
lewat facebook atau jejaring sosial lainnya







0 komentar:
Posting Komentar