Mawar Sejatiku

mawarsejatiku.blogspot.com

Mawar Sejatiku

mawarsejatiku.blogspot.com

Mawar Sejatiku

mawarsejatiku.blogspot.com

Mawar Sejatiku

mawarsejatiku.blogspot.com

Mawar Sejatiku

mawarsejatiku.blogspot.com

Sabtu, 13 Desember 2014

Tugas Kewirausahaan

KEWIRAUSAHAAN
Roti Bakar “Radja”
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Kewirausahaan
Dosen Pengampu : Karebet Gunawan, SE, MM.
Disusun oleh :
Siti Mawaddah Warohmah     (211229)
Nasrul Umam                          (211242)
Umi Nur Choiriyah                 (211246)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN SYARI’AH & EKONOMI ISLAM
MANAJEMEN BISNIS SYARI’AH
2014


A.    Profil Perusahaan
Nama Usaha         : Roti Bakar “Radja”
Bidang Usaha      : Manufaktur
Pemilik Usaha      : Bapak Ngateman
Alamat                 : Ds. Muktiharjo, Kec. Margorejo, RT: 02 RW:05 No.18 Kab. Pati

B.     Sejarah Berdirinya
Bisnis Roti bakar ini berawal dari kegigihan seorang lelaki yang kerap disapa Ngateman. Beliau dulunya adalah pegawai di salah satu pabrik Roti yang ada di Kudus. Beliau tinggal di desa Tanjung Rejo Jekulo Kudus. Karena merasa sudah tidak cocok dengan pimpinan tempat beliau bekerja, banyak tekanan dan lain lain maka beliau putuskan untuk keluar dari perusahaan roti tersebut. Setelah itu beliau berusaha mandiri untuk menghidupi anak dan istrinya dengan mencoba bisnis mie ayam keliling selama 2 tahun. Karena bisnis ini dijalankan sendirian, beliau mengaku terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan dan kemudian beliau tertarik untuk bisnis waralaba atau yang dikenal dengan sebutan franchise roti bakar.
Pada tahun 2009, beliau mulai menggeluti bisnis franchise roti bakar. Akan tetapi di sisi lain beliau juga menerapkan sistem ATM (Amati Tiru Modifikasi) dalam artian, selain beliau menjalankan bisnis franchisenya beliau juga belajar membuat roti sendiri berbekal pengalaman kerja di pabrik roti. Setelah beberapa kali dengan masa percobaan, beliau yakin untuk membuat roti dan selai sendiri. Beliau memutuskan untuk tidak mengambil stok lagi dari franchisor. Maka sejak itulah nama “Radja” mulai dikenalkan pada masyarakat. Pertama kali Bapak Ngateman memperkenalkan produknya di daerah Honggosoco, karena dirasa tempat tersebut strategis. Setelah berjalan 1 tahun, akhirnya Bapak Ngateman berinisiatif untuk mengembangkan bisnis franchise Roti Bakar “Radja”.

C.    Visi dan Misi
Visi: Menjadi brand Nasional dan pimpinan usaha Roti Bakar di Indonesia khususnya di daerah Kudus.
Misi: a. Menyediakan berbagai variasi produk roti bakar yang enak. Lezat, dan bergizi
b. Memberikan kepuasan kepada konsumen dehingga konsumen bisa menjadi loyal terhadap perusahaan mengingat pesaing juga banyak
c. Membantu orang untuk mendapatkan pendapatan tambahan
D.      Sumber Daya Manusia

Pemilik
Karyawan Produksi
Karyawan Produksi
 







Franchisor
Struktur organisasi dalam bisnis Roti Bakar ini sama halnya dengan UMKM kebanyakan lainnya. Karyawan yang di miliki adalah 2 karyawan bagian produksi. Karena setelah itu maka struktur yang ada adalah sebagai berikut :

Franchisee    9                                
Franchisee 8
Franchisee 4
Franchisee 5
Franchisee 6
Franchisee 7
Franchisee 3
Franchisee 2
Franchisee 1
 







E.       Proses Pembuatan                                                                   
Berhubung dalam pembuatan roti tawarnya masih menjadi rahasia perusahaan, maka kami hanya menyajikan Tahap-tahap pembuatan roti bakar tersebut adalah :
a.       Hidupkan kompor untuk memanasi pemanggang roti
b.      Ambil roti yang sudah tersedia, belah roti menjadi tiga bagian, oleskan simas lalu isi masing-masing bagian dengan rasa yang dipesan oleh konsumen dan tambahakan susu.
c.       Letakkan roti pada pemanggang
d.      Oleskan simas kembali pada bagian luar roti
e.       Panggang roti sesuai dengan pesanan.
f.       Setelah pemanggangan selesai angkat roti dan letakkan diatas kertas pembungkus yang sudah disediakan
g.      Potong roti menjadi beberapa bagian
h.      Bungkus roti dengan kertas minyak

F.       Paket yang didapat dalam franchise :
a.       Pengenalan dan pelatihan membuat roti bakar sampai siap jual.
b.      Tempat untuk jualan / Gerobak        : Rp 2.000.000,-
c.       Tempat untuk bakar roti (Wajan)      : Rp    300.000,-
d.      Kompor                                             : Rp    200.000,-
e.       Dekelit 3 x 4 m                                 : Rp    150.000,-
f.       Tempat selai / Toples 4 buah : Rp      40.000,-
g.      Garpu roti                                         : Rp      15.000,-
h.      Pisau roti                                           : Rp        8.000,-
i.        Solet besar 4 biji                               : Rp      16.000,-
j.        Solet Kecil 4 biji                               : Rp      20.000,-
k.      Parutan keju 2 buah                          : Rp        9.000,-
l.        Tempat garpu, pisau                          : Rp      45.000,-
m.    Sticker dan daftar harga roti             : Rp      30.000,-          +
Jumlah                                               : Rp. 2.633.000,-

G.      Strategi Pemasaran

Produk bisnis ini adalah roti bakar yang diberi label “Radja” dibuat berdasarkan resep yang ditemukan oleh pemilik sendiri. Sehingga mempunyai ciri khas tersendiri baik rasa maupun aromanya, dan pastinya berbeda dengan roti bakar lain pada umumnya. Inilah strategi pemasaran yang dipakai agar konsumen puas sehingga konsumen akan loyal pada merk produk “Radja” yaitu dengan menjaga kualitas produk agar memiliki keunggulan dalam bersaing dengan pesaing sejenis mengingat produk tersebut sudah banyak di pasaran.
Sasaran yang dituju dalam bisnis ini adalah semua kalangan baik menengah keatas maupun menengah kebawah, anak-anak sampai orang tua. Sejauh ini promosi yang dilakukan dari mulut ke mulut atau pembeli bisa datang langsung ke lokasi penjualan.
Terdapat beberapa varian rasa yang dapat dipilih oleh konsumen diantaranya yaitu:
a.       Nanas/Strawberry                                                                  Rp   7.000,-
b.      Blueberry                                                                               Rp   8.000,-
c.       Coklat                                                                                    Rp   9.000,-
d.      Kacang                                                                                   Rp   9.000,-
e.       Keju                                                                                       Rp 10.000,-
f.       Kombinasi Nanas dan Strawberry                                         Rp   7.000,-
g.      Kombinasi Nanas/Strawberry dan Blueberry                        Rp   8.000,-
h.      Kombinaasi Nanas/Strawberry dan Coklat                            Rp   8.000,-
i.        Kombinasi Nanas/Strawberry dan Kacang                            Rp   8.000,-
j.        Kombinasi Nanas/Strawberry dan Keju                                Rp   9.000,-
k.      Kombinasi Blueberry dan Coklat                                          Rp   9.000,-
l.        Kombinasi Blueberry dan Kacang                                         Rp   9.000,-
m.    Kombinasi Blueberry dan Keju                                             Rp 10.000,-
n.      Kombinasi Coklat dan Kacang                                              Rp   9.000,-
o.      Kombinasi Coklat dan Keju                                                  Rp 10.000,-
p.      Kombinasi Kacang dan Keju                                                 Rp 10.000,-
q.      Istimewa (Coklat, Kacang, Keju)                                          Rp 11.000,-

H.      Kendala yang dihadapi
a.       Faktor Cuaca:
1.    Bila hujan turun, secara otomatis penjualan turun. Karena konsumen malas keluar rumah. Sehingga banyak Roti yang kadaluarsa.
2.    Roti yang sehat hanya bertahan selama 3 hari. Dan setelah itu, Roti tidak layak untuk dimakan.
b.      Faktor Ekonomi masyarakat:
1.    Bila musim akhir bulan pembeli tidak begitu banyak.
2.    Dengan adanya kenaikan harga BBM yang naik seperti ini, berdampak pada berkurangnya penjualan. Karena konsumen berfikir dua kali untuk membelanjakan uangnya untuk dikonsumsi.

I.         Saran
a.    Mengingat tempat pembuatan rotinya di daerah Pati, alangkah baiknya memasarkan kepada masyarakat Pati untuk berbisnis franchise Roti Bakar “Radja”
b.    Manajemen pengelolaannya yang masih tradisional harus diperbaiki lagi
c.    Bisa memanfaatkan perkembangan internet untuk melakukan promosi, semisal promosi lewat facebook atau jejaring sosial lainnya





Menebar Cinta Menuai Surga



Menebar Cinta Menuai Surga

“Setiap pandangan yang nampak oleh manusia menjadi kemerahan, dan setiap pandangan itu berpengaruh bagi pemiliknya”

3 Jenis Cinta
1.      Cinta yang bernilai ibadah. Yaitu, kecintaan suami terhadap istrinya..
2.      Cinta yang dilarang oleh Allah. Yaitu, kecintaan seorang laki-laki terhadap wanita yang bukan mahramnya.
3.      Cinta yang mubah (dibolehkan Allah). Yaitu, cintanya seorang laki-laki tatkala digambarkan perihal seorang wanita cantik kepadanya, atau tiba-tiba saja dia melihat seorang wanita cantik tanpa disengaja, sementara perasaan cintanya itu tidak menjerumuskan pada dosa dan maksiat.
‘Cinta adalah sendi kehidupan hati dana makanan pokok jiwa. Hati tidak akan merasakan kelezatan, kenikmatan, kebahagiaan & kehidupan tanpa unsur cinta di dalamnya. Apabila hati telah kehilangan cinta, maka deritanya lebih sakit dirasakan dari pada derita yang dialami oleh mata disaat kehilangan cahayanya, atau hidung dikala hilang indera penciumannya, dan lisan ketika hilang suaranya..,’

Sesungguhnya cinta adalah sekuntum bunga yang elok warnanya, kematangan dan keindahannya sungguh mempesona & menawan hati. Setiap hati terpikat untuk menyentuh dan menjamahnya. Namun, ternyata cinta juga penuh dengan duri-duri tajam yang menyakitkan, yang dapat menyayat dan melukai hati tanpa bisa terobati. Luka sayatannya tak kan hilang, meskipun masa demi masa silih berganti. J



Di kutip dari buku,
“Menebar Cinta Menuai Surga”

Sabtu, 27 September 2014

lamaran kerja dan daftar riwayat hidup


                                                DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Bahwa yang bertanda tangan dibawah ini, saya :
            Nama Lengkap            : Siti Mawadah Warohmah
            Umur                           : 21 tahun
            Tempat, tanggal lahir  : Kudus, 30 oktober 1993
            Kewarganegaraan       : Indonesia
            Agama                         : Islam
            Status                          : Belum Menikah
            Alamat                        : Honggosoco RT 01/III Jekulo Kudus

                                                            PENDIDIKAN
1.      Lulus SDN 2 Honggosoco tahun 2005
2.      Lulus MTs NU Hasyim Asy’ari 03 Honggosoco tahun 2008
3.      Lulus MA NU Hasyim Asy’ari 03 Honggosoco tahun 2011

PENGALAMAN KERJA
1.      Toko baju DIVA Ngembal Rejo
2.      Toko Delly Helm jl. Jendral Sudirman
3.      Jualan Gethuk
4.      Pasar Jekulo
5.      Zacky’s Collection Jepang pakis

Demikian daftar riwayat hidup ini saya  buat dengan sebenarnya.

                                                                                                            Kudus, 15 September 2014
                                                                                                            Saya yang bersangkutan,

                                                                                                            (Siti Mawadah Warohmah)




Kudus, 15 September 2014
Kepada Yth,
Bapak/ Ibu Bagian Personalia
PT. Wahana Wing Surya
di Tempat.
Perihal             : Permohonan Pekerjaan
Lampiran         :   -
Dengan Hormat,
Yang bertanda tangan dibawah ini, saya :
            Nama Lengkap            : Siti Mawadah Warohmah
            Tempat, tanggal lahir  : Kudus, 30 oktober 1993
            Pendidikan                  : MA NU HASYIM ASY’ARI Honggosoco program IPS
            Alamat                         : Honggosoco RT 01/III Jekulo Kudus Kode pos 59382
            Hp                               : 085740516411
            E-mail                          : mbs29mawarsejati@gmail.com
Dengan ini saya bermaksud mengajukan permohonan kerja kepada perusahaan yang Bapak/ Ibu pimpin,
Dengan ini saya lampirkan berkas-berkas sebagai berikut :
1.      Foto ukuran 3 X 4 (2 Lembar)
2.      Foto copy KTP (1 Lembar)
3.      Daftar Riwayat hidup (1 Lembar)
4.      Foto copy ijazah terakhir (1 Lembar)
5.      Foto copy akta kelahiran (1 Lembar)
6.      Foto copy SKCK (1 Lembar)
Demikian surat ini saya buat dengan sebenar-benarnya, atas perhatian Bapak/ Ibu saya ucapkan Terima Kasih.
Hormat Saya,

(Siti Mawadah Warohmah)

Sabtu, 07 Juni 2014

manajemen mutu


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Semakin maraknya perusahaan yang menerapkan system manajemen mutu setidaknya ikut memicu suatu perusahaan untuk menerapkan hal yang serupa. Penerapan system manajemen mutu ini tidak ada bedanya dengan melakukan perbahan yang berorientasi ke depan. Karena dengan menerapkan system manajemen mutu, setidaknya merupakan langkah awalkearah sana. Perusahaan yang gtelah menerapkan system manajemen mutu hendaknya memperhatikan lingkup perusahaannya karena acuan yang ada di dalam standar hanya menyangkut hal-hal yang bersifat umum saja dan aplikasinya bergantung pada besar kecilnya suatu perusahaan, kerumitan dan hubungan masing-masing proses, serta kecanggihan proses yang ada di perusahaaan.
Sebuah perusahaan dapat saja menerapkan system manajemen mutu dengan menggunakan bantuan konsultan, karena pada dasarnya penerapan system manajemen mutu ini sama sederhananya dengan, mengetahui persyaratan standar manajemen mutu ISO 9001, mengerti kemampuan perusahaan dan prosesnya, memiliki komitmen dari semua sumber daya yang ada, merencanakan bentuk system manajemen mutu yang diterapkan, mempelajari secara seksama guna melakukan peningkatan secara terus menerus.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Penerapan Sistem Manajemen Mutu ?
2.      Apa Saja Hambatan dalam Penerapan Sistem Manajemen Mutu ?










BAB II
PEMBAHASAN

1.      Penerapan Sistem Manajemen Mutu
Untuk organisasi yang sedang dalam proses penerapan atau bermaksud menerapkan sebuah system manajemen mutu, perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : mengidentifikasi proses yang diperlukan untuk menerapkan system manajemen mutu yang efektif, memahami interaksi masing-masing proses, dokumentasi yang diperlukan untuk menjamin bahwa operasi dan pengendalian berjalan efektif. Berdasarkan fungsi kerja tersebut, maka ada tiga bagian yang dijadikan sebagai pedoman dalam menerapkan system manajemen mutu :
a.       Tahap Perencanaan
1.      Mengidentifikasi tujuan yang ingin dicapai
Organisasi terlebih dahulu menetapkan tujuannya agar dapat direncanakan langkah-langkah yang dilakukan. Tujuan yang ingi dicapai berbeda-beda, tergantung pada orientasi yang ingin diraih apakah perusahaan ingin lebih efisien atau lebih profitabel.
Jika hal itu dijadikan tujuan, maka langkah yang dilakukan antara lain memenuhi kepuasan pelanggan dengan cara memproduksi barang secara konsisten sesuai dengan permintaan pelanggan, meningkatkan dan memelihara pangsa pasar, meningkatkan moral dan komunikasi dalam organisasi, mengurangi biaya dan resiko serta meningkatkan kepercayaan dalam system produksi. Semua itu dapat dijabarkan dalam bentuk visi dan misi, dan visi misi tersebut harus dijelaskan pada semua personel.
2.      Mengidentifikasi hal-hal lain yang diharapkan
Organisasi perlu membentuk sebuah tim sebagai mediator dalam mengkomunikasikan serta menjabarkan visi dan misi. Dengan begitu karyawan dapat dengan mudah menemukan bagaimana system ini membantu mereka dalam pekerjaan.
3.      Memperoleh Informasi tentang ISO 9000 family
Ini berguna untuk memberi panduan yang menyeluruh dan terintegrasi dalam merancang system manajemen mutu dan nantinya berguna sebagai alat pengendali dalam penerapannya. Karyawan tidak memerlukan pelatihan dalam memilih standar system. Mereka memerlukan pelatihan bagaimana memahami system manajemen mutu.
4.      Pemetaan Proses
Seringkali proses-proses yang ada dalam organisasi berdiri sendiri. Versi baru dalam melakukan pendekatan proses mengharuskan setiap proses yang ada saling berhubungan, yang nantinya berguna untuk mengetahui kinerja dari masing-masing proses. Dengan melakukan pemetaan proses, perusahaan akan tahu mana proses yang berfungsi sebagai proses realisasi, pendukung, atau proses manajemen. Pemetaan proses harus mencakup semua proses yang ada di perusahaan.
5.      Menerapkan ISO 9000 family dalam system Manajemen Mutu
Tergantung tujuan organisasi dan sejauh mana pemahaman organisasi terhadap persyaratan yang diwajibkan itu dapat diterapkan. Misalnya, jika perusahaan ingin mendapatka sertifikat maka dapat digunakan ISO 9001:2000 sebagai saran.
6.      Menentukan gap antara system organisasi yang ada sekarang dengan persyaratan ISO 9001:2000
Membandingkan system manajemen mutu yang sekarang sudah ada di perusahaan, ini berguna untuk mengetahui tingkat persyaratan yang terpenuhi sehingga dapat direncanaka langkah selanjutnya agar semua persyaratan ISO 9001:2000 yang sesuai terpenuhi.
7.      Mengidentifikasi Proses yang dibutuhkan untuk memasok produk ke pelanggan
Dalam meninjau proses-proses yang diperlukan dalam rangka memasok produk, perusahaan harus meninjau persyaratan klausul 7 ISO 9001:2000. Ini dilakukan untuk menentukan apakah system bisa kdi aplikasikan atau tidak. Hal ini sangat penting karena jangan sampai salah mengecualikan klausul-klausul.